Jakarta,corebusiness.co.id-Partai Demokrat meraih suara terbanyak hasil pemilu paruh waktu Amerika Serikat (AS). Begini respons beberapa perusahaan global AS.
Partai Demokrat akhirnya merebut kendali Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Senat AS dalam pemilu paruh waktu yang digelar Selasa (3/11/2026). Mengutip CNN dan The New York Times (NYT), hingga Rabu (4/11/20206) pukul 05.00 waktu Washington DC atau sore WIB, Partai Demokrat telah melewati batas untuk menjadi mayoritas di Senat dan DPR.
CNN memproyeksikan, Demokrat meraih 231 dari 435 kursi DPR dan 54 dari 100 kursi Senat. Adapun NYT memproyeksikan Demokrat menduduki 228 kursi DPR dan 54 kursi Senat. Untuk jadi mayoritas, partai dan koalisinya harus menduduki 218 kursi DPR dan 51 kursi Senat.
Kemenangan Partai Demokrat menandai pergeseran besar dalam politik AS sekaligus memberi pukulan telak bagi Presiden Donald Trump yang didukung Partai Republik.
Beberapa perusahaan global AS, seperti diberitakan Reuters, menyambut baik kemenangan yang diraih Partai Demokrat. Meski demikian, mereka mengatakan pada Rabu bahwa penguasaan Kongres AS oleh Partai Demokrat kemungkinan tidak akan mengubah prospek jangka pendek mereka, lantaran bisnis-bisnis berjuang dengan biaya energi dan bahan baku yang lebih tinggi serta daya beli konsumen AS yang meningkat.
Menurut mereka masih terlalu dini untuk mengetahui apa arti “hasil kemangan” tersebut bagi isu-isu yang mengguncang perusahaan di seluruh dunia, mulai dari tarif dan harga energi hingga inflasi dan kepercayaan konsumen.
Meningkatnya biaya terkait perang Iran adalah masalah terbaru bagi perusahaan yang memproduksi segala sesuatu mulai dari makanan dan minuman hingga elektronik konsumen dan mobil, setelah tahun lalu menghadapi tarif Trump atas barang impor. Belum lagi tagihan bensin dan bahan makanan yang tinggi menjadi kekhawatiran besar di kalangan pemilih dalam pemilihan paruh waktu AS.
“Yang kami butuhkan sebagai perusahaan di AS adalah stabilitas politik dan kerangka ekonomi yang andal. Dan segala sesuatu yang mendukung hal ini sangat kami sambut,” kata Roland Welzbacher, CFO pemasok suku cadang mobil Jerman Continental.
“Apa artinya bagi kami dan bagi perekonomian secara keseluruhan masih harus dilihat, tetapi hal ini membawa stabilitas, yang merupakan hal baik,” imbuhnya.
Diberitakan Reuters, saham global dan dolar naik setelah hasil pemilu paruh waktu tersebut, meskipun saham chip di Asia berada di bawah tekanan, karena investor mengharapkan Kongres yang dikendalikan oleh Partai Demokrat untuk menerapkan pengawasan yang lebih ketat terhadap AI. GLOB/MKTS.
Hasil pemilu ini juga dapat memiliki implikasi luas terhadap prospek fiskal AS serta sektor-sektor seperti pertahanan, perawatan kesehatan, dan perbankan.
Pemimpin Redaksi di corebusiness.co.id