Informasi Lengkap DFSK E5 Plus, Klik: https://www.dfskmotors.co.id/Passenger/E5Plus.html
Jakarta,corebusiness.co.id-Utang Pemerintah Amerika Serikat (AS) mencapai tonggak sejarah $40 triliun pada Agustus atau Rp 680 triliun (asusmsi kurs Agustus Rp 17.000). Bakal Memicu perdebatan yang berpotensi tidak nyaman bagi Presiden Donald Trump dan Partai Republik dalam pemilihan paruh waktu 3 November 2026.
Situasi pasar obligasi dunia sekarang ini mendorong biaya pinjaman lebih tinggi untuk semua orang. Meskipun demikian, analis berpandangan bahwa “premium jangka waktu”–atau imbal hasil yang dibutuhkan pada obligasi terkait dengan kualitas kredit peminjam–tampaknya tidak menunjukkan peningkatan yang mengkhawatirkan bagi AS, seperti dikutip Reuters.
Namun risiko tetap ada. Kata analis, sebagian karena pemerintahan Trump belum mengambil langkah konkret untuk mengurangi defisit AS atau mengekang kenaikan biaya pinjaman, di luar janjinya bahwa AS dapat mengatasi kesulitan fiskal dengan pertumbuhan ekonomi.
Pemerintahan Trump juga mengatakan kebijakan tarif perdagangan yang luas akan membantu meringankan kesulitan fiskal AS. Dinamika ini sekarang mendorong kenaikan suku bunga untuk hipotek rumah dan pinjaman konsumen lainnya.
Jelang pemilihan paruh waktu pada 3 November 2026, jajak pendapat menunjukkan Partai Republik dapat kehilangan kendali atas Senat dan Dewan Perwakilan Rakyat AS. Kenaikan biaya adalah isu utama bagi para pemilih, menurut jajak pendapat.
Jumat, 16 Oktober, Departemen Keuangan AS melaporkan defisit anggaran sekitar $2 triliun untuk tahun fiskal yang berakhir pada 30 September 2026. Angka ini berarti 12 persen lebih besar dari tahun sebelumnya, bahkan terbesar sejak lonjakan pengeluaran federal selama pandemi Covid-19.
Defisit biasanya dimaksudkan untuk melacak siklus bisnis. Namun di AS, defisit tidak pernah sepenuhnya surut sejak era pandemi karena pembayaran tunjangan yang tinggi, pemotongan pajak, peningkatan pengeluaran militer, dan baru-baru ini kenaikan biaya bunga menekan Pemerintah AS untuk meminjam lebih banyak.
Defisit fiskal tahun 2026 adalah yang terbesar ketiga sepanjang sejarah AS, dengan biaya pembayaran utang mencapai rekor $1,36 triliun.
Lebih lanjut, pengeluaran Pemerintah AS melebihi penerimaan sebesar sekitar 6,2 persen dari total perekonomian. Bahkan para analis mengatakan defisit tahunan berkelanjutan, mengingat pertumbuhan ekonomi yang umum adalah sekitar 3 persen.