Sebagai perusahaan pertambangan nikel terintegrasi hulu-hilir, bisa diuraikan proyek smelter yang telah beroperasi saat ini?
Saat ini, fasilitas pengolahan yang telah beroperasi adalah smelter pirometalurgi di Sorowako, Sulawesi Selatan, yang memproduksi nickel matte. Fasilitas ini telah beroperasi selama puluhan tahun dan menjadi salah satu operasi pengolahan nikel terintegrasi terbesar di Indonesia.
Operasi tersebut juga didukung oleh Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) milik Perseroan, sehingga menghasilkan intensitas emisi karbon yang relatif lebih rendah dibanding operasi berbasis batu bara.
Rata-rata kebutuhan saprolit untuk diolah di smelter?
Bijih nikel saprolit merupakan bahan baku utama untuk produksi nickel matte di fasilitas Sorowako. Kebutuhan bijih sangat bergantung pada kadar nikel, recovery proses, serta rencana produksi tahunan.
Rata-rata produksi nickel matte PT Vale dalam beberapa tahun terakhir berada pada kisaran 70–72 ribu ton per tahun, dengan realisasi sekitar 71 ribu ton pada 2024, dan sekitar 72 ribu ton pada 2025.
Pemasaran nickel matte PT Vale?
Produk nickel matte PT Vale Indonesia dipasarkan melalui kontrak jangka panjang kepada mitra strategis global Perseroan, termasuk Vale Canada Limited dan Sumitomo Metal Mining Co., Ltd.
Melalui skema tersebut, produk PT Vale menjadi bagian dari rantai pasok global untuk industri stainless steel maupun kendaraan listrik. Untuk pasar internasional, rantai distribusi utama terkait dengan pasar Jepang dan Kanada.
Lalu, bagaimana perkembangan tiga proyek smelter hidrometalurgi dengan teknologi HPAL?
PT Vale saat ini mengembangkan tiga proyek HPAL di Indonesia, yaitu di Pomalaa, Morowali/Bahodopi, dan Sorowako. Ketiga proyek tersebut ditujukan untuk mengolah bijih limonit menjadi Mixed Hydroxide Precipitate (MHP), yaitu produk antara yang menjadi bahan baku penting dalam rantai pasok baterai kendaraan listrik.
Beberapa proyek telah memasuki tahap konstruksi dan pengembangan infrastruktur utama, sejalan dengan strategi hilirisasi nasional dan penguatan posisi Indonesia dalam ekosistem electric vehicle (EV) global.
Untuk proyek Pomalaa, diproyeksikan memiliki kapasitas produksi sekitar 120 ribu ton MHP per tahun, sementara proyek Morowali dan Sorowako masing-masing sekitar 60 ribu ton MHP per tahun. Kapasitas tersebut akan berkembang secara bertahap sesuai fase pembangunan dan commissioning masing-masing proyek.
Indonesia menargetkan Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060. Bagaimana PT Vale mendukung target pemerintah ini?
PT Vale mendukung target NZE Indonesia melalui penerapan good mining practices (GMP) dan prinsip environmental, social, and governance (ESG) secara menyeluruh di seluruh rantai operasional.
Perseroan memanfaatkan energi terbarukan berbasis PLTA untuk mendukung operasi di Sorowako, melakukan reklamasi progresif, pengelolaan biodiversitas, efisiensi energi dan air, serta pengembangan proyek hilirisasi rendah karbon.
Komitmen tersebut merupakan bagian dari upaya PT Vale untuk menghadirkan “responsibly produced nickel” yang dapat mendukung transisi energi global secara berkelanjutan.