160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
Informasi Lengkap DFSK E5 Plus, Klik: https://www.dfskmotors.co.id/Passenger/E5Plus.html

Perusahaan Taksi GSM Incar Ekspansi ke AS dan UE Jelang IPO di Hong Kong

Layanan taksi online Green and Smart Mobility (GSM). Foto: dok. GSM.
750 x 100 PASANG IKLAN

Jakarta,corebusiness.co.id-Operator taksi listrik Vietnam, Green and Smart Mobility (GSM),  berencana untuk ekspansi ke AS dan Uni Eropa (UE) menjelang penawaran umum perdana (IPO) yang ditargetkan pada tahun 2028 di Hong Kong.

Langkah ini menggarisbawahi ambisi melebarkan market luar negeri perusahaan yang semakin berkembang setelah dengan cepat memperoleh pangsa pasar di Vietnam sejak diluncurkan tahun 2023. Ini juga terjadi ketika VinFast berupaya meningkatkan penjualan internasional kendaraan listriknya, yang merupakan satu-satunya yang digunakan oleh GSM

Seperti diketahui, GSM dan VinFast memiliki hubungan yang sangat erat karena keduanya berada di bawah ekosistem konglomerat yang sama, yaitu Vingroup asal Vietnam, serta didirikan oleh miliarder yang sama, Pham Nhat Vuong.

GSM berencana untuk mengerahkan armada di AS, Swedia, dan Belanda pada akhir tahun ini dan menambah ekspansi ke pasar Eropa pada tahun 2027, kata seorang juru bicara yang mewakili GSM dan VinFast dalam sebuah wawancara baru-baru ini, dikutip Reuters.

“Inisiatif ekspansi ini dilakukan menjelang IPO GSM yang direncanakan di Hong Kong pada tahun 2028,” kata juru bicara tersebut, mengkonfirmasi tempat pencatatan saham, yang pertama kali dilaporkan oleh Reuters pada Maret.

VinFast–mitra GSM–telah membuka pabrik perakitan mobil di India dan Indonesia. Dan awal pekan ini perusahaan menangguhkan rencana untuk merakit beberapa kendaraan listriknya di India.

Di Indonesia, VinFast memiliki fasilitas perakitan dan pabrik di Subang, Jawa Barat, yang menjadi basis produksi penting di Asia Tenggara

VinFast menjual hampir 200 ribu mobil listrik tahun lalu, 11 persen di antaranya di luar negeri. Perusahaan ini tidak merilis rincian penjualan berdasarkan pasar.

Model Bisnis yang Mahal

Salah satu pendorong utama pertumbuhan pesat GSM adalah model bisnis padat modal. Perusahaan bergantung pada pengemudi yang dipekerjakan untuk mengoperasikan kendaraan milik perusahaan, yang membelinya dari VinFast dengan harga diskon.

Hal itu kontras dengan model aset yang lebih ringan yang digunakan oleh pesaing layanan transportasi daring, termasuk Grab atau Uber, yang sebagian besar bergantung pada nonkaryawan,  karena pengemudi layanan tersebut menggunakan kendaraan mereka sendiri.

Strategi ini telah menjadikan taksi berwarna biru kehijauan milik GSM sebagai pemandangan umum di kota-kota Vietnam, sekaligus membantu mendukung pertumbuhan pendapatan VinFast. GSM telah menyatakan bahwa mereka bermaksud untuk membeli 1 juta mobil VinFast antara tahun 2026 dan 2030.

Sementara itu, Mehdi Jaouadi, seorang analis industri otomotif dan mitra di perusahaan konsultan YCP yang berbasis di Singapura, mengatakan strategi pertumbuhan GSM “berisiko tinggi”. Menurutnya, GSM masih perlu memastikan apakah pasar luar negeri dapat mencapai pemanfaatan armada yang cukup untuk memberikan skala yang cukup untuk menyeimbangkan risiko.

“Dengan kecepatan dan ambisi ekspansi GSM saat ini, terus mendanai armada milik perusahaan di beberapa pasar dapat meningkatkan ketergantungan pada modal eksternal. Kecuali, jika pembangkitan kas operasional meningkat atau GSM berhasil mengalihkan lebih banyak belanja modal armada ke pengemudi dan mitra,” katanya.

Juru bicara GSM dan VinFast menambahkan, menurut pengajuan perusahaan yang terdaftar di Nasdaq, VinFast menjual 72 persen kendaraannya kepada pihak terkait, terutama GSM, pada tahun 2023. Bagian GSM dari penjualan mobil VinFast sejak itu turun menjadi sekitar seperempat dan diperkirakan akan tetap di atas 20 persen dalam beberapa tahun mendatang.

Operator taksi ini telah beralih ke model hibrida di Vietnam yang menggabungkan pengemudi yang dipekerjakan perusahaan dan pengemudi lepas dalam upaya untuk menurunkan biaya dan memperluas armadanya. Sekitar 40 persen kendaraan yang saat ini beroperasi di bawah platform GSM di Vietnam adalah milik perusahaan.

Di AS dan UE, GSM awalnya berencana hanya mengandalkan kendaraan milik perusahaan dan pengemudi yang dipekerjakan sebelum beralih ke model platform yang menggabungkan nonkaryawan. Namun, juru bicara tersebut menolak untuk mengungkapkan posisi utangnya atau mengidentifikasi kreditor utamanya.

Induk perusahaan VinFast, Vingroup, yang dikendalikan oleh Vuong, memiliki total kewajiban, termasuk utang dan kewajiban keuangan lainnya, sebesar $42,8 miliar per Juni tahun ini, menurut laporan keuangan terbarunya. (Rif)

 

750 x 100 PASANG IKLAN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait
750 x 100 PASANG IKLAN