Jakarta,corebusiness.co.id-Volkswagen melaporkan penurunan pengiriman global sebesar 4 persen dalam tiga bulan pertama tahun 2026, karena permintaan yang lemah di China dan AS membebani produsen mobil Jerman tersebut.
Grup perusahaan ini sedang berjuang untuk membendung kerugian di pasar luar negeri utama, menghadapi persaingan yang semakin ketat dari pesaing China seperti BYD, dan tekanan dari tarif, serta berakhirnya subsidi kendaraan listrik di Amerika Serikat (AS).
“Kuartal pertama tahun 2026 sekali lagi ditandai dengan kondisi ekonomi dan geopolitik yang sangat menantang, karena pasar otomotif global sedang mengalami penurunan,” kata Kepala Penjualan Marco Schubert, seperti dikutip Reuters, Senin (14/4/2026).
Perlambatan ekonomi China juga telah memukul merek-merek Volkswagen, yaitu Porsche dan Audi, yang pengiriman triwulanannya di pasar otomotif terbesar di dunia masing-masing turun 21 persen dan 12 persen.
Dahulu sebagai mesin pertumbuhan utama bagi produsen mobil Jerman, China telah menjadi tantangan besar bagi Volkswagen dan para pesaingnya, Mercedes-Benz dan BMW, karena perang harga yang sengit dengan merek-merek lokal yang berkembang pesat menekan margin keuntungan.
Menjelang pameran otomotif Beijing akhir bulan ini, Volkswagen mengandalkan gelombang kendaraan listrik baru yang dikembangkan dengan mitra lokal untuk merebut kembali pangsa pasar di Tiongkok.
Peluncuran model juga direncanakan untuk Eropa, di mana grup tersebut mempertahankan pertumbuhan pada kuartal pertama.
Dibandingkan China dan AS, kata Marco, pengiriman kendaraan Volkswagen meningkat 4 persen di Eropa Barat dan 8 persen di Eropa Tengah dan Timur. (Gaska)