160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
INFO Lebih Lanjut Klik: https://www.dfskmotors.co.id/id

Kemenperin Klarifikasi PHK dan Penutupan PT Samwon Busana Indonesia

Juru Bicara Kemenperin Febri Hendri Antoni Arif. Foto: dok. Kemenperin.
750 x 100 PASANG IKLAN

Jakarta,corebusiness.co.id-Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memberikan klarifikasi resmi sekaligus mengambil langkah cepat responsif menanggapi kabar mengenai pemutusan hubungan kerja (PHK) dan penutupan operasional PT Samwon Busana Indonesia.

Berdasarkan penelusuran awal Kemenperin, yang dilakukan jajaran Direktorat Jenderal Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil (IKFT), didapatkan informasi bahwa rencana penutupan operasional per 1 Agustus 2026 hanya mencakup Unit Jepara yang mempekerjakan sekitar 670 orang pekerja. Penutupan tidak dilakukan terhadap seluruh badan usaha PT Samwon Busana Indonesia.

Sebaliknya, Unit Semarang tetap beroperasi aktif, bahkan baru saja menambah daya listrik sebesar 56 persen (dari 555.000 VA menjadi 865.000 VA) pada 16 Juli 2026 untuk mendukung peningkatan kapasitas produksi dan aktivitas ekspornya.

“Kami meluruskan bahwa badan usaha PT Samwon Busana Indonesia tidak keluar dari Indonesia atau tutup secara total, melainkan sedang melakukan restrukturisasi operasional pada Unit Jepara. Meski demikian, nasib sekitar 670 pekerja terdampak di Jepara tetap menjadi prioritas perhatian kami,” kata Juru Bicara Kemenperin Febri Hendri Antoni Arif melalui keterangan tertulis, dikutip Selasa, 21 Juli 2026.

Arif menyampaikan bahwa Kemenperin memanggil pihak manajemen PT Samwon untuk duduk bersama, meminta klarifikasi data, serta mengeksekusi langkah-langkah mitigasi komprehensif demi meminimalkan dampak sosial dan ekonomi.

Langkah Mitigasi Strategis Kemenperin

Untuk menangani isu penutupan Unit Jepara dan perlindungan iklim industri garmen nasional, Kemenperin telah menetapkan sejumlah langkah mitigasi jangka pendek dan menengah:

  1. Pemanggilan manajemen dan klarifikasi data terpilah. Memanggil manajemen PT Samwon Busana Indonesia untuk meminta klarifikasi resmi mengenai penyebab kerugian Unit Jepara, pemenuhan hak-hak pekerja, serta evaluasi rencana pengalihan/konsolidasi pesanan dan mesin ke fasilitas Unit Semarang.
  2. Memastikan pemenuhan hak pekerja, berkoordinasi erat dengan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker), serta Dinas Ketenagakerjaan setempat untuk mengawal proses penyelesaian hubungan industrial. Kemenperin memastikan formula pembayaran pesangon dan seluruh hak pekerja terpenuhi secara adil dan transparan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
  3. Pemetaan penyerapan kembali tenaga kerja, berkoordinasi dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin, Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), APINDO, serta perusahaan garmen lain di wilayah Jawa Tengah guna memetakan peluang penyerapan dan penempatan kembali tenaga kerja terampil yang terdampak PHK.
  4. Pengamanan Pesanan Ekspor dan Komunikasi Kantor Pusat, Melakukan pendekatan ke kantor pusat grup perusahaan di Korea Selatan untuk menjaga komitmen investasi keberlanjutan di Indonesia, serta melakukan pendekatan (engagement) dengan para buyer utama dari Amerika Serikat agar pesanan pakaian jadi tetap dipertahankan di dalam negeri dan tidak dialihkan ke negara kompetitor.

Menurut Arif, langkah-langkah strategis ini diharapkan dapat memberikan kepastian hukum dan perlindungan bagi para pekerja terdampak, sekaligus menjaga stabilitas iklim investasi serta ekspor industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional.

Bayar Pesangon 50 Persen

Sebelumnya, manajemen PT Samwon telah menyampaikan kepada Dinas Koperasi, UMKM, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (Diskop-UKM-Nakertrans) Kabupaten Jepara melalui surat resmi.  Isi surat terkait rencana penghentian operasional Unit Jepara.

Sebelum menutup operasional Unit Jepara, perusahaan lebih dulu melakukan efisiensi dengan mengurangi 120 pekerja.

Kepala Diskop-UKM-Nakertrans Jepara Zamroni Lestiaza mengatakan, perwakilan PT Samwon Busana Indonesia pertama kali datang ke kantornya pada pertengahan Juni 2026 untuk menyampaikan rencana efisiensi tenaga kerja.

Tak lama berselang, dinas kembali menerima surat resmi yang berisi pemberitahuan bahwa operasional pabrik akan dihentikan mulai awal Agustus.

Zamroni menjelaskan, berdasarkan keterangan manajemen, kondisi keuangan perusahaan terus memburuk selama lima tahun terakhir. PT Samwon Busana Indonesia memiliki perusahaan induk di Korea Selatan serta pabrik di Semarang dan Jepara.

Namun, fasilitas produksi di Jepara dinilai terus merugi karena tidak mampu memenuhi target produksi dan kerap mengalami keterlambatan pengiriman barang.

“Kami tanyakan apakah bakal pindah ke lokasi lain atau negara lain, sementara katanya tidak,” kata Zamroni dikutip dari TribunJateng, Senin, 20 Juli 2026).

Sebelum operasional dihentikan, perusahaan berkomitmen menyelesaikan seluruh pekerjaan yang masih berjalan hingga akhir Juli 2026. Manajemen juga menyatakan akan memenuhi hak-hak pekerja.

Namun, perusahaan mengaku hanya sanggup membayarkan pesangon sebesar 50 persen dari nilai yang seharusnya diterima karyawan karena kondisi keuangan yang merugi. Setelah seluruh kewajiban diselesaikan, pabrik PT Samwon Busana Indonesia di Jepara akan resmi berhenti beroperasi. (Gaska)

750 x 100 PASANG IKLAN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait
750 x 100 PASANG IKLAN