160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN

UEA Hengkang dari OPEC dan OPEC+, Pukulan Berat bagi Kelompok Produsen Minyak Global

Menteri Energi dan Infrastruktur Uni Emirat Arab (UEA), Suhail Al Mazrouei. Foto: Istimewa.
750 x 100 PASANG IKLAN

Pukulan Berat Kelompok Pengekspor Minyak

Keputusan UEA keluar dari OPEC dan aliansinya OPEC+ akan memberikan pukulan berat bagi kelompok pengekspor minyak dan pemimpin de facto mereka, Arab Saudi, di tengah masih berlangsungnya perang di Timur Tengah, menyebabkan guncangan energi bersejarah dan mengganggu perekonomian global.

Kehilangan UEA dari keanggotaan OPEC dapat menciptakan kekacauan dan melemahkan kelompok tersebut, yang biasanya berusaha menunjukkan persatuan, meskipun ada perbedaan pendapat internal mengenai berbagai isu mulai dari geopolitik hingga kuota produksi.

Menteri Energi dan Infrastruktur UEA Suhail Al Mazrouei mengatakan kepada Reuters bahwa keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan dengan cermat strategi energi negara-negara adidaya di kawasan tersebut.

750 x 100 PASANG IKLAN

Ketika ditanya apakah UEA berkonsultasi dengan Arab Saudi, ia mengatakan UEA tidak membahas masalah ini dengan negara lain.

“Ini adalah keputusan, yang telah dilakukan setelah mempertimbangkan dengan cermat kebijakan saat ini dan masa depan yang berkaitan dengan tingkat produksi,” kata Mazrouei kepada Reuters.

Sementara itu, para produsen anggota OPEC lainnya masih berjuang untuk terus mengirimkan ekspor minyak melalui Selat Hormuz, sebuah titik rawan antara Iran dan Oman yang biasanya dilewati oleh seperlima minyak mentah dan gas alam cair dunia, karena ancaman dan serangan Iran terhadap kapal.

Mazrouei mengatakan langkah tersebut tidak akan berdampak besar pada pasar karena situasi di selat tersebut.

750 x 100 PASANG IKLAN

Namun, ada juga pandangan keluarnya UEA dari OPEC merupakan kemenangan bagi Presiden AS Donald Trump, yang telah menuduh organisasi tersebut “merampok seluruh dunia” dengan menaikkan harga minyak.

Trump juga mengaitkan dukungan militer AS untuk negara-negara Teluk dengan harga minyak, dengan mengatakan bahwa sementara AS membela anggota OPEC, mereka “mengeksploitasi hal ini dengan memberlakukan harga minyak yang tinggi”.

Langkah ini terjadi setelah UEA mengkritik negara-negara Arab lainnya karena tidak berbuat cukup untuk melindunginya dari berbagai serangan Iran selama perang.

Kritikan itu dilontarkan Penasihat Diplomatik Presiden UEA Anwar Gargash dalam sebuah sesi di Forum Tokoh Berpengaruh Teluk pada Senin, 27 April 2026.

750 x 100 PASANG IKLAN

“Negara-negara Dewan Kerja Sama Teluk saling mendukung secara logistik, tetapi secara politik dan militer, saya pikir posisi mereka ⁠telah menjadi yang terlemah secara historis,” ucap Gargash.

“Saya mengharapkan sikap lemah ini dari Liga Arab, dan saya tidak terkejut dengan hal itu. Tetapi saya tidak mengharapkannya dari Dewan Kerja Sama (Teluk), dan saya terkejut dengan hal itu,” tukasnya. (Rif)

 

Pages: 1 2Show All
750 x 100 PASANG IKLAN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait
DELTA SYSTECH INDONESIA

Tutup Yuk, Subscribe !