160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
Informasi Lengkap DFSK E5 Plus, Klik: https://www.dfskmotors.co.id/Passenger/E5Plus.html

Harga Rumah Seken Tumbuh di Bawah Inflasi, tetapi Naik di 10 dari 13 Kota

Ilustrasi: Rumah seken. By corebusiness.co.id
750 x 100 PASANG IKLAN

Jakarta,corebusiness.co.id–Harga rumah sekunder di Indonesia tumbuh lebih lambat daripada inflasi pada September 2026. Flash Report Oktober 2026 by Rumah123 mencatat Resale Price Index (RPI) naik 0,1% secara bulanan dan 0,4% secara tahunan. Pada periode yang sama, inflasi tahunan tercatat 3,3%, atau 2,9 poin persentase di atas pertumbuhan RPI.

Selisih itu terus melebar sepanjang kuartal III 2026. Pertumbuhan tahunan RPI melambat dari 0,9% pada Juli menjadi 0,4% pada September, sementara inflasi naik dari 2,9% menjadi 3,3%. Akibatnya, jarak keduanya bertambah dari 1,9 menjadi 2,9 poin persentase. Sejak April 2025, pertumbuhan tahunan RPI belum pernah kembali melampaui inflasi.

Namun, angka nasional ini tidak berarti harga melemah merata. Sebanyak 10 dari 13 kota yang dipantau masih mencatat kenaikan harga tahunan, sedikit berkurang dari 11 kota pada Agustus.

Makassar memimpin dengan kenaikan 10,2%, konsisten di kisaran 9,5-10,2% sepanjang kuartal III, disusul Denpasar 3,5% dan Surakarta 3,3%. Tiga kota lainnya bergerak datar hingga turun tipis: Yogyakarta 0,0%, Tangerang -0,1%, dan Semarang -0,5%.

“Sepanjang kuartal ketiga, jarak antara pertumbuhan harga rumah seken dan inflasi terus melebar. Artinya, secara riil harga rumah seken cenderung tertahan. Tetapi pergerakan di tiap kota sangat berbeda: Makassar tumbuh dua digit, sementara Semarang dan Tangerang terkoreksi tipis. Karena itu, angka nasional perlu dibaca bersama data per kota,” ujar Head of Research Rumah123, Marisa Jaya.

Dari sisi suplai, volume listing rumah sekunder naik 0,5% dibandingkan Agustus 2026, tetapi masih 13,6% lebih rendah dibanding September 2025. Kontraksi tahunan ini membaik bertahap dari -16,4% pada Juli, namun pasokan rumah seken masih lebih ketat dibanding tahun lalu.

Pada data popularitas pencarian, Tangerang dan Jakarta Selatan mencatat proporsi terbesar, masing-masing 13,2%, diikuti Jakarta Barat 10,6%. Dibanding September 2025, proporsi Jakarta Pusat naik 1,3 poin persentase, Jakarta Utara 1,0 poin persentase. Sementara itu, proporsi di Jakarta Timur dan Tangerang turun masing-masing 0,9 poin persentase, dan Jakarta Barat turun 0,6 poin persentase.

Pola ini mengindikasikan minat pencarian mulai bergeser ke kawasan pusat dan utara Jakarta, meski Tangerang masih menjadi salah satu lokasi yang paling banyak dicari.

“Data harga, suplai, dan popularitas pencarian memberi gambaran dari sisi pasar yang berbeda. Secara nasional, pertumbuhan harga rumah sekunder masih tertahan dibandingkan inflasi, tetapi sejumlah kota tetap mencatat kenaikan. Di sisi lain, minat pencarian juga menunjukkan perubahan antarlokasi. Karena itu, membaca tren per kota membantu masyarakat dan pelaku industri memahami dinamika pasar dengan lebih utuh,” ujar Marisa. (Rif)

.

750 x 100 PASANG IKLAN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait
750 x 100 PASANG IKLAN