160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
Informasi Lengkap DFSK E5 Plus, Klik: https://www.dfskmotors.co.id/Passenger/E5Plus.html

Asa Melahirkan PLTN Pertama untuk Menunjang Kemandirian Energi

Reaktor nuklir untuk menghasilkan energi listrik. Ilustrasi: corebusiness.co.id
750 x 100 PASANG IKLAN

 Bahan Baku Nuklir

Indonesia disebut-sebut mempunyai modal dari sisi bahan baku nuklir (BBN) berupa torium dan uranium. Melansir data Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) pada 2020, Indonesia memiliki sumber daya torium sebanyak 140.411 ton dan uranium 81.090 ton.

Menurut President Women in Nuclear (WiN), Tri Murni Soedyartomo, torium yang efektif digunakan untuk bahan baku PLTN salah satunya torium -232 yang banyak mengandung unsur isotop. Untuk uranium, kandungan isotop terbesar ada pada uraium -238, sementara uranium-235 kandungan isotopnya hanya 0,07 persen.

Tri Murni menguraikan, proses uraium menjadi bahan bakar nuklir lebih panjang dibandingkan torium. Mulai dari tahap leaching, yaitu ekstraksi padat ke cair, dilanjutkan proses pemurnian. Terlebih untuk memproses uranium -235 yang kadar isotopnya rendah, perlu dilakukan pengayaan uranium.

Wanita yang telah mengabdi sebagai peneliti professional di Batan selama 30 tahun tersebut mengatakan, tidak semua grade uranium bisa dipakai untuk bahan bakar reaktor daya maupun reaktor riset, semua tergantung reaktornya. Itulah musabab reaktor daya dengan bahan bakar uranium lebih mahal dibandingkan torium, karena limbah dari proses pemulihan dan pengayaan uranium lebih panjang, sehingga memerlukan biaya yang besar.

“Sementara isotop torium -232 kelimpahannya di alam Indonesia 100 persen, sehingga tidak memerlukan pengayaan. Untuk torium cukup dimurnikan saja, tidak usah diperkaya,” ujar Insyiur Nuklir dari Universitas Gajah Mada Yogyakarta tahun 1983.

Tri Murni menyebut kelebihan energi listrik berbasis nuklir di antaranya lebih bersih. Sementara dari sisi harga, ia mengklaim listrik berbasis nuklir lebih murah dan aman.

Pakar Ekonomi Energi, Dr. Kurtubi, mengamini pandangan Tri Murni. Menurut Kurtubi energi nuklir menghasilkan listrik bersih ramah lingkungan, bebas dari emisi karbon CO2, pollutant SOx, NOx, dan debu. Kelebihan lainnya, bersifat nonintermittent dan menyala nonstop 24 jam. Sehingga tidak tergantung pada iklim, hujan, angin, air sungai, air laut, dan tumbuh-tumbuhan.

“Untuk teknologi reaktor nuklir, reaktor generasi keempat yang dikembangkan oleh para ahli nuklir global terbilang lebih aman. Karena proses kimianya tidak lagi pada tekanan atmosfir yang sangat tinggi, tetapi pada tekanan atmosfir normal,” kata Kurtubi ketika dihubungi corebusiness.co.id melalui handphone, Kamis, 8 Oktober 2026.

Kurtubi juga mengklaim bahwa energi listrik berbasis nuklir harganya bakal kompetitif. Sebagai perbandingan, kandungan listrik dari 1 gram torium setara dengan listrik dari 3 ton batubara. Atau listrik dari 1 kilogram torium setara dengan listrik dari 3 ribu ton batubara.

Pages: 1 2 3
750 x 100 PASANG IKLAN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait
750 x 100 PASANG IKLAN