160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN

Harga Acuan Batubara Ada yang Terkerek, Mineral Logam Mayoritas Merosot

HMA dan HBA Periode Pertama November 2026. Foto: Ditjen Minerba.
750 x 100 PASANG IKLAN

Jakarta,corebusiness.co.id-Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia telah menerbitkan Keputusan Menteri ESDM No.409.K/MB.01/MEM.B/2026 tentang Harga Mineral Logam Acuan (HMA) dan Harga Batubara Acuan (HBA) untuk Periode Pertama Bulan Oktober Tahun 2026.

Mengutip Instagram resmi Ditjen Minerba Kementerian ESDM @ditjenminerba, Selasa (3/11/2026), diinformasikan harga batubara menunjukkan penguatan yang solid secara konsisten di tiga kalori kualitas.

“HBA untuk batubara kalori sedang hingga rendah (HBA I, II, dan III) mencatatkan kenaikan berlanjut yang didorong oleh tingginya permintaan energi di pasar global,” terang Ditjen Minerba.

Berdasarkan keputusan tersebut, HBA untuk batubara nilai kalori 5.300 kcal/kg GAR menguat ke level US$97,85 per ton pada periode pertama November 2026. HBA jenis batubara ini naik dibandingkan periode kedua Oktober 2026 senilai US$93,62 per ton.

HBA untuk batubara kalori 4.100 kcal/kg GAR dipatok US$69,28 per ton. Angka itu naik dibandingkan harga acuan periode kedua Oktober 2026 di angka US$66,1 per ton.

Sementara HBA untuk batubara dengan kesetaraan nilai kalori 3.400 kcal/kg GAR  hanya menyentuh US$46,64 per ton. Harga acuan itu turun dari posisi periode kedua Oktober 2026 di angka US$54,53 per ton.

Selanjutnya HBA untuk batubara kalori tinggi dalam kesetaraan nilai kalori 6.322 kcal/kg GAR mentok di angka US$125,6 per ton. Harga acuan tersebut turun dibandingkan periode kedua Oktober 2026 yang berada di level US$126,81 per ton.

HMA Mineral Logam Terkoreksi

Sementara untuk komoditas mineral logam, disampaikan Ditjen Minerba, mayoritas mengalami koreksi harga dibanding Periode Kedua Oktober 2026.

“Penurunan (harga mineral logam) ini dipengaruhi oleh dinamika pasokan global serta pergerakan permintaan di pasar internasional,” ungkap Ditjen Minerba.

Adapun daftar HMA mineral logam sebagai berikut:

  • HMA nikel hanya menyentuh US$15.478,67 per dmt, turun dibandingkan periode kedua Oktober 2026 yang seharga US$15.847,67 per dmt.
  • HMA kobalt turun, dari US$38,938,3 per dmt pada periode kedua Oktober 2026 menjadi US$31,194 per dmt pada periode pertama November 2026.
  • HMA timbal turun, dari US$1.864,03 per dmt pada periode kedua Oktober 2026 menjadi US$1.854,1 per dmt pada periode pertama November 2026.
  • HMA seng turun, dari US$3.902,07 per dmt pada periode kedua Oktober 2026 menjadi US$3.779,67 per dmt pada periode pertama November 2026.
  • HMA tembaga turun, dari US$14.578,73 per dmt pada periode kedua Oktober 2026 menjadi US$14.547,67 per dmt pada periode pertama November 2026.
  • HMA aluminium juga ikut turun, dari S$3.172,93 per dmt pada periode kedua Oktober menjadi US$3.046,9 pada periode pertama November 2026. (Rif)

 

 

750 x 100 PASANG IKLAN

Manajer Promosi dan Iklan di Corebusiness.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait
750 x 100 PASANG IKLAN