Informasi Lengkap DFSK E5 Plus, Klik: https://www.dfskmotors.co.id/Passenger/E5Plus.html
Jakarta,corebusiness.co.id–Survei terbaru YouGov menemukan empat dari sepuluh orang Indonesia (41 persen) belum mengenali pneumonia pneumokokus, sementara 44 persen lainnya pernah mendengar istilah tersebut tetapi tidak dapat menjelaskan secara spesifik. Hanya 15 persen yang mengenal sekaligus memahaminya.
Survei ini juga menemukan hanya 28 persen orang dewasa yang mengetahui bahwa orang berusia 50 tahun ke atas memiliki risiko lebih tinggi mengalami pneumonia serius. Padahal lebih dari separuh (55 persen) rutin merawat orang tua atau anggota keluarga yang lebih tua.
Temuan ini muncul di tengah meningkatnya perhatian banyak keluarga terhadap penyakit pernapasan. Pada Agustus 2026, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat lebih dari 400 ribu kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dalam satu minggu, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada 2025, saat musim kemarau dan akibat asap kebakaran hutan dan lahan yang memengaruhi kualitas udara di sejumlah provinsi. Jawa Barat, Jawa Tengah, Jakarta, Jawa Timur, dan Banten mencatat jumlah kasus tertinggi sepanjang tahun ini.
Di tengah kondisi ketika banyak keluarga mempertimbangkan apakah batuk perlu diperiksakan ke dokter, survei ini menunjukkan sebagian besar orang Indonesia belum memahami apa itu pneumonia, siapa yang paling terdampak, atau apakah ini penting untuk ditanyakan.
Hasil survei YouGov tersebut dibahas dalam media rountable Pfizer Indonesia dengan tema: “Lindungi Napasmu, Jaga Momen Berarti”, yang dihelat di Jakarta, pada Kamis, 24 September 2026.
Dalam acara ini, Pfizer Indonesia mempertemukan dokter spesialis, dokter keluarga, serta perwakilan dari pasien sekaligus seorang caregiver di Jakarta untuk membagikan temuan survei sekaligus kampanye edukasi penyakit mengenai kesehatan pernapasan pada orang dewasa.
Kampanye ini mendorong orang dewasa di Indonesia, terutama mereka yang merawat orang tua atau kerabat lansia, agar memahami risiko kesehatan mereka sendiri dan berkonsultasi dengan dokter.
Bagi keluarga, kampanye ini sebagai pengingat bahwa menjaga kesehatan paru-paru sama dengan menjaga berbagai hal dalam kehidupan sehari-hari: bekerja, mengasuh anak, menghabiskan waktu bersama orang tua, dan mempersiapkan momen-momen yang penting. Kampanye ini mengajak orang dewasa memandang kesehatan mereka sebagai bagian dari menjaga satu sama lain, termasuk ketika orang yang disayangi tampak sehat dan aktif.
“Merawat seseorang juga berarti memahami risiko kesehatan yang mungkin tidak mereka sadari sendiri. Temuan ini menegaskan pentingnya menyampaikan informasi yang jelas dan mudah dipahami tentang pneumonia kepada keluarga di Indonesia. Terutama mereka yang mendampingi orang tua lanjut usia atau orang tersayang dengan kondisi kronis,” kata Cluster Lead Pfizer Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Filipina, Deborah Seifert.
Deborah mengutarakan, melalui kampanye “Lindungi Napasmu, Jaga Momen Berarti”, pihaknya ingin membantu masyarakat merasa siap untuk bertanya dan berdiskusi dengan tenaga kesehatan mengenai risiko yang akan mereka hadapi. Sehingga mereka dapat terus menjalani kehidupan sehari-hari yang berarti.