160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
Informasi Lengkap DFSK E5 Plus, Klik: https://www.dfskmotors.co.id/Passenger/E5Plus.html

Harga Minyak Melonjak, Dorong The Fed Menaikkan Suku Bunga

Ketua Federal Reserve (The Fed) Kevin Warsh. Dok Hoover Institute
750 x 100 PASANG IKLAN

Jakarta,corebusiness.co.id-Imbal hasil obligasi atau yield naik dan pasar saham AS (Wall Street) melemah sesi perdagangan Senin kemarin karena harga minyak melonjak lebih dari 2%, serta karena ekspektasi kenaikan suku bunga Fed pada September meningkat.

Kenaikan harga minyak mentah akibat dimulainya kembali bentrokan militer antara AS dan Iran yang menambah kekhawatiran tentang inflasi. Presiden AS Donald Trump dikutip pada Senin berjanji akan membalas serangan militer setelah Iran meluncurkan rudal ke dua pangkalan udara AS di Yordania sebagai tanggapan atas serangan AS di Pulau Larak Iran.

Harga minyak mentah Brent berjangka naik $2,39, atau 2,71%, menjadi $90,49 per barel. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik $2,36, atau 2,83%, menjadi $85,76. Brent naik selama sesi perdagangan ke level tertinggi sejak 25 Agustus.

Pidato Ketua Federal Reserve, Kevin Warsh, di Simposium Ekonomi Jackson Hole, Jumat (28/8/2026), meningkatkan spekulasi tentang kenaikan suku bunga Fed pada September. Warsh memberikan sinyal lebih hawkish mengenai arah kebijakan moneter AS. Pandangan ini didasarkan pada cara Warsh membaca sejumlah data harga.

Para pedagang berjangka dana Fed memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada September sebesar 65%, naik dari sekitar 35% sebelum komentar Warsh pada Jumat.

Sementara bank sentral Eropa secara luas diperkirakan akan menaikkan suku bunga ketika bertemu pada tanggal 9 dan 10 September.

Imbal hasil obligasi Pemerintah AS yang naik dan dolar sedikit melemah pun  karena munculnya ekspektasi kenaikan suku bunga Fed pada September meningkat. Di Wall Street, indeks Dow Jones Industrial Average ditutup melemah 374,09 poin atau 0,70% ke level 53.185,90 pada perdagangan Senin. Indek S&P 500 juga turun 25,62 poin, atau 0,33%, menjadi 7.686,14, dan Nasdaq Composite turun 31,53 poin, atau 0,12%, menjadi 26.370,89.

“Kondisi pasar saat ini benar-benar mulai merasakan beban kenaikan imbal hasil,” kata Peter Cardillo, kepala ekonom pasar di Spartan Capital Securities di New York, dikutip Reuters, Selasa, 1 September 2026.

Selain itu, kata dia, pasar akan memasuki apa yang biasanya merupakan “bulan yang cukup sulit untuk saham.

Pages: 1 2
750 x 100 PASANG IKLAN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait
750 x 100 PASANG IKLAN