160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
Informasi Lengkap DFSK E5 Plus, Klik: https://www.dfskmotors.co.id/Passenger/E5Plus.html

Destry Damayanti Resmi Terpilih Jadi Gubernur BI, Begini Respons Pengamat Ekonomi

Resmi, Destry Damayanti terpilih sebagai Gubernur BI periode 2026-2031. Foto: Ist
750 x 100 PASANG IKLAN

Jakarta,corebusiness.co.id– Komisi XI DPR RI menetapkan Destry Damayanti sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) periode 2026-2031 setelah menjalani uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test).  Destry terpilih berdasarkan hasil musyawarah mufakat antara pimpinan dan seluruh anggota Komisi XI DPR RI.

“Komisi XI DPR RI berdasarkan musyawarah untuk mufakat menyetujui dan menetapkan Saudari Destry Damayanti sebagai Calon Gubernur Bank Indonesia periode 2026-2031,” tulis Komisi XI DPR RI, Kamis, 27 Agustus 2026.

Setelah ditetapkan Komisi XI DPR RI, hasil keputusan tersebut selanjutnya akan dilaporkan dalam Rapat Paripurna DPR RI yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 1 September 2026.

Destry merupakan calon tunggal Gubernur BI yang diajukan Presiden Prabowo Subianto untuk menggantikan Perry Warjiyo. Sebelumnya, Destry ditunjuk sebagai Pejabat Gubernur Sementara BI setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri dari jabatan Gubernur BI pada Senin, 27 Juli 2026.

Ketika menyampaikan paparan presentasi sebagai calon Gubernur BI di Komisi XI DPR RI, pada Rabu, 26 Agustus 2026, Destry memberi judul materi pemaparan presentasi ‘Bank Indonesia: Sinergi Merah Putih untuk Kesejahteraan Rakyat Indonesia’.

Ia bahkan nyaris menjawab semua pertanyaan yang diajukan dari masing-masing perwakilan fraksi di Komisi XI DPR RI. Di antaranya terkait sinergitas BI dengan mitra kerjanya, kenaikan harga pangan dan BBM sebagai penyumbang utama inflasi, Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) kepada bank yang berada dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) untuk mendorong pemberian kredit pinjaman ke UMKM, hingga upaya menjaga nilai tukar rupiah tidak melemah terhadap dolar AS.

Dari luar ruang Komisi XI DPR RI, Pengamat Ekonomi Piter Abdullah menyampaikan pandangan terkait jawaban Destry yang dipertanyakan dari masing-masing perwakilan fraksi tersebut.

Menyoal sinergitas, menurut Piter, bisa dilakukan BI dengan mitra kerjanya dalam banyak hal. Di antaranya saling berbagi informasi, terutama dalam bentuk kebijakan. Kebijakan yang saling mempertimbangkan kondisi dan tujuan lembaga lain.

“Secara teori, sinergitas dalam bentuk koordinasi kebijakan yang saling melengkapi antara kebijakan moneter dan fiskal akan lebih efektif mendorong pertumbuhan ekonomi dan stabilitas keuangan,” kata Piter kepada corebusiness.co.id, Jumat, 28 Agustus 2026.

Piter juga mengakui bahwa sepanjang sejarah inflasi Indonesia lebih dipengaruhi oleh volatility food (harga pangan) dan kebijakan pemerintah atas harga BBM subsidi. Seperti telah dijelaskan Destry, kontribusi pangan terhadap inflasi Indonesia cukup besar, sekitar 19 persen.

“Kalau inflasi pangan kita tidak bisa kendalikan, maka dia akan mempengaruhi headline inflation. Walaupun core inflation-nya relatif rendah, tapi inflasi keseluruhan akan tinggi,” jelas Destry.

Komponen administer price juga menyumbang inflasi Indonesia, kontribusinya sekitar 16 persen. Destry mengungkapkan, kalau tiba-tiba ada kenaikan harga BBM, itu pasti akan langsung naik headline inflation, paling tidak naik satu hingga dua bulan ke depan.

Sementara pertimbangan pemerintah dominan memberikan KLM ke bank-bank di Himbara, Piter menilai merupakan hal yang wajar. Karena, kata dia, bank di Indonesia yang bisa dikontrol pemerintah adalah yang notabene bank BUMN, dalam hal ini yang berada dalam Himbara.

Meski demikian, langkah Destry ingin mendorong bank swasta lebih maksimal menyalurkan kredit pinjaman kepada pelaku UMKM, menurut Piter, tidak bisa dipaksakan.

“Harus diingat, uang yang ada di bank adalah uang masyarakat. Jadi, bank swasta juga mempunyai ketentuan tersendiri untuk menyetujui atau menolak memberikan kredit pinjaman kepada pelaku UMKM,” ungkap Ekonom Senior Prasasti Center for Policy Studies tersebut.

Sementara untuk menjaga nilai tukar rupiah, Piter berpandangan, bukan soal keberanian seorang Gubernur BI untuk menguatkan mata uang RI, tetapi harus memperhatikan kecermatan dan kehati-hatian.

“Berani tapi ceroboh, khususnya di tengah tekanan gejolak global itu sangat berbahaya,” ucapnya.

Merespon telah terpilihnya Destry Damayanti sebagai Gubernur BI definitif, Piter juga menyampaikan harapan agar menjadi Gubernur BI yang cermat dan berhati-hati, karena itu pula yang menjadi karakter seorang gubernur bank sentral di banyak negara. (Rif)

 

 

 

 

750 x 100 PASANG IKLAN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait
750 x 100 PASANG IKLAN