INFO Lebih Lanjut Klik: https://www.dfskmotors.co.id/id
Jakarta,corebusiness.co.id-Survei Perbankan yang dilakukan Bank Indonesia (BI) menunjukkan penyaluran kredit baru pada triwulan II 2026 meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya. Hal ini tecermin dari nilai SBT penyaluran kredit baru triwulan II 2026 sebesar 93,08 persen, lebih tinggi dari SBT 38,74 persen pada triwulan sebelumnya dan SBT 85,22 persen pada triwulan II 2025.
Berdasarkan jenis penggunaan, pertumbuhan penyaluran kredit baru pada triwulan II 2026 bersumber dari peningkatan seluruh komponennya, yaitu Kredit Modal Kerja (SBT 94,34 persen), Kredit Investasi (SBT 93,51 persen), dan Kredit Konsumsi (SBT 83,67 persen), yang tumbuh lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya.
Peningkatan Kredit Konsumsi bersumber dari peningkatan permintaan pada Kredit Pemilikan Rumah (KPR)/Kredit Pemilikan Apartemen (KPA) dengan SBT 78,20 persen, Kredit Kendaraan Bermotor (SBT 67,95 persen), Kredit Multiguna (SBT 69,71 persen), dan Kredit Tanpa Agunan (SBT 49,70 persen). Sementara itu, permintaan Kartu Kredit (SBT 30,18 persen) mengalami perlambatan dibandingkan triwulan sebelumnya.
Secara sektoral, penyaluran kredit baru pada triwulan II 2026 meningkat pada beberapa sektor, dengan SBT tertinggi pada sektor Transportasi, Pergudangan, dan Komunikasi (SBT 91,86 persen), Jasa Pendidikan (SBT 83,03 persen), Industri Pengolahan (SBT 73,78 persen), Konstruksi (SBT 73,37 persen), dan Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial (SBT 70,09 persen).
Kebijakan Penyaluran Kredit
Kebijakan penyaluran kredit pada triwulan II 2026, hasil survei menunjukkan bahwa perbankan lebih berhati-hati dibandingkan triwulan sebelumnya. Hal ini tecermin dari Indeks Lending Standard (ILS) triwulan II 2026 yang bernilai positif sebesar 1,03.
Standar penyaluran kredit yang lebih berhati-hati tersebut terutama pada jenis Kredit KPR/KPA dan Kredit Konsumsi Lainnya, di tengah ILS yang lebih longgar pada Kredit Modal Kerja, Kredit Investasi, dan Kredit UMKM.
Beberapa aspek kebijakan penyaluran kredit yang lebih berhati-hati antara lain pada aspek suku bunga kredit, plafon kredit, perjanjian kredit, jangka waktu kredit, dan biaya persetujuan kredit.
Penyaluran Kredit Baru
Secara triwulanan (qtq), penyaluran kredit baru pada triwulan III 2026 diprakirakan tetap tumbuh. Hal ini terindikasi dari SBT prakiraan penyaluran kredit baru triwulan III 2026 sebesar 84,65 persen, meskipun lebih rendah dibandingkan SBT pada triwulan sebelumnya sebesar 93,08 persen.
Adapun prioritas utama responden dalam penyaluran kredit baru pada triwulan III 2026 diprakirakan masih sama dengan periode sebelumnya, yaitu Kredit Modal Kerja, diikuti Kredit Investasi dan Kredit Konsumsi.
Pada jenis Kredit Konsumsi, penyaluran Kredit Multiguna diprakirakan menjadi prioritas utama, diikuti KPR/KPA, dan Kredit Kendaraan Bermotor.
Berdasarkan sektor, penyaluran kredit baru pada triwulan III 2026 diprakirakan terbesar pada sektor Industri Pengolahan, Perdagangan Besar dan Eceran, serta Perantara Keuangan.