160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
750 x 100 PASANG IKLAN

Harga Beras Naik, BPS: Potensi Produksi Beras Mei hingga Juli Turun 1,16 Persen

Ilustrasi: Petani di Kulonprogo, Yogyakarta. Foto: Istw
750 x 100 PASANG IKLAN

Jakarta,corebusiness.co.id-Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kenaikan harga beras di tingkat penggilingan hingga eceran. Di tingkat penggilingan kenaikan harga beras mencapai 0,58 persen secara bulanan dan 8,1 persen secara tahunan.

Berdasarkan data kenaikan harga beras di tingkat penggilingan, secara rata-rata, mencapai Rp 13.765 per kilogram, atau naik dari harga bulan April 2026 yang sebesar Rp 13.685 per kilogram.

“Kalau kita pilah berdasarkan kualitas beras di penggilingan, maka beras premium naik 0,56 persen secara bulanan dan naik 12,81 persen secara tahunan,” kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, Selasa (2/6/2026).

Pudji mengatakan beras medium naik dari 0,79 persen secara bulanan dan 6,57 persen secara tahunan.

750 x 100 PASANG IKLAN

Sementara itu, di tingkat grosir dan eceran, BPS mencatat mencatat terjadinya kenaikan harga beras baik secara bulanan maupun tahunan. BPS mencatat harga seluruh kualitas jenis beras secara rata-rata di seluruh wilayah Indonesia.

Di tingkat grosir terjadi inflasi sebesar 0,68 persen secara bulanan dan 6,11 persen secara tahunan. Sementara di tingkat eceran terjadi inflasi sebesar 0,38 persen secara bulanan dan 4,55 persen secara tahunan.

Realisasi Panen Padi

BPS juga mencatat realisasi luas panen padi pada April 2026 tercatat seluas 1,40 juta hektare (ha). Angka panen tersebut turun 15,47 persen secara tahunan dibandingkan April 2025 yang mencapai 1,65 juta ha.

750 x 100 PASANG IKLAN

Seiring dengan penurunan luas panen, produksi padi turun 16,03 persen dari April 2025 sebesar 9,09 juta ton gabah kering giling (GKG) menjadi 7,63 juta ton GKG pada April 2026. Sementara itu, jumlah produksi beras menjadi sekitar 4,40 juta ton, atau turun 16,00 persen dibanding April 2026.

Meski demikian, realisasi luas panen padi sepanjang periode Januari-April 2026 secara kumulatif mencapai 4,51 juta hektare, atau 0,43 persen lebih luas dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, produksi padi naik 0,12 persen menjadi 24,36 juta ton GKG dan produksi beras naik 0,12 persen menjadi 14,03 juta ton selama Januari-April 2026.

BPS juga melaporkan potensi luas panen padi pada tiga bulan berikutnya, yaitu Mei, Juni, dan Juli 2026 diperkirakan mencapai 2,69 juta hektare atau turun 0,65 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Kemudian, potensi produksi padi tiga bulan ke depan diperkirakan mencapai 13,75 juta ton GKG atau turun 1,14 persen. Sementara produksi beras mencapai 7,92 juta ton atau turun 1,16 persen.

750 x 100 PASANG IKLAN

750 x 100 PASANG IKLAN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait
750 x 100 PASANG IKLAN
DELTA SYSTECH INDONESIA

Tutup Yuk, Subscribe !