Jakarta,corebusiness.co.id-Harga minyak melonjak sekitar 2 persen pada perdagangan Kamis pagi, 28 Mei-2026, setelah AS melancarkan serangan baru semalam di situs militer Iran, yang meningkatkan ketegangan di tengah Washington dan Teheran bernegosiasi untuk mengakhiri konflik tiga bulan mereka.
Kontrak minyak mentah Brent naik $1,90, atau 2,02 persen, menjadi $96,19 per barel pada pukul 0015 GMT, sementara kontrak Agustus yang lebih aktif naik $1,64 atau 1,78 persen, menjadi $93,89. Kontrak Juli akan berakhir pada Jumat, 29 Mei 2026. Sementara kontrak berjangka Texas Intermediate Barat AS naik $1,73, atau 1,95 persen, menjadi $90,41.
Kedua patokan harga minyak global tersebut sempat turun lebih dari 5 persen hingga menyentuh level terendah dalam sebulan pada sesi sebelumnya karena kemungkinan kesepakatan AS-Iran untuk mengakhiri perang mereka dan membuka kembali Selat Hormuz.
Disebut-sebut kembali naiknya harga minyak mentah akibat serangan baru militer AS di Iran yang menargetkan situs militer. Menurut pejabat AS kepada Reuters, serangan militer AS juga menimbulkan ancaman bagi pasukan AS dan lalu lintas maritim komersial di Selat Hormuz.
Militer AS melakukan serangan pada Rabu malam, menargetkan sebuah lokasi di sekitar Selat Hormuz. AS mengklaim telah menembak jatuh empat pesawat tak berawak Iran. Pasukan AS juga menyerang stasiun kendali darat Iran di Bandar Abbas yang hendak meluncurkan pesawat tak berawak kelima.
“Pasokan minyak tetap terbatas, dan poin-poin penting yang menjadi kendala masih belum terselesaikan,” kata Ahli Strategi Komoditas ANZ, Daniel Hynes, dalam sebuah catatan.
Di AS, stok minyak mentah turun sebesar 2,8 juta barel minggu lalu, penurunan selama enam minggu berturut-turut, menurut data American Petroleum Institute. Data inventaris resmi dari Administrasi Informasi Energi AS akan dirilis Kamis ini, sehari lebih lambat dari biasanya karena libur Memorial Day pada Senin. (Rif)