160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN

RI-Rusia Gaspol Lanjutkan Proyek Blok Tuna

Ilustrasi foto: ekplorasi offshore migas. Foto: dok ESDM

Jakarta,corebusiness.co.id-Pejabat perusahaan migas asal Rusia, Joint Stock Company Zarubezhneft (JSC Zarubezhneft) menyatakan kesiapan untuk melanjutkan proyek Blok Tuna yang sempat tertunda. Langkah bagi RI untuk mengoptimalisasi lifting minyak dan gas bumi (migas).

Rombongan menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih terbang ke Rusia. Kunjungan mereka untuk menghadiri agenda penting: penandatanganan Agreed Minutes Sidang Komisi Bersama (SKB) ke-14 antara Pemerintah RI dan Pemerintah Federasi Rusia di Kazan, pada Selasa, 12 Mei 2025.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto memimpin delegasi Indonesia tersebut. Ia mendapat mandat dari Presiden Prabowo Subianto untuk menandatangani dokumen kesepakatan bersama Deputi Pertama Perdana Menteri Rusia, Denis Manturov, yang mewakili Pemerintah Federasi Rusia.

Agreed Minutes berfungsi sebagai dokumen strategis yang mencatat seluruh perkembangan kerja sama bilateral yang telah berjalan. Naskah tersebut juga menjadi acuan penting untuk memastikan keberlanjutan implementasi hasil pembahasan kedua negara agar lebih terarah.

750 x 100 PASANG IKLAN

Substansi kesepakatan di antaranya mencakup penguatan sektor perdagangan, investasi, hingga pengembangan energi terbarukan. Selain itu, kedua negara sepakat untuk meningkatkan kolaborasi pada sektor pertanian dan perikanan guna memperkuat ketahanan pangan.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Wamen ESDM) Yuliot Tanjung adalah salah satu pejabat RI yang ikut mendampingi Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. Yuliot membawa misi khusus terkait proyek Blok Tuna, Indonesia.

Pada acara itu, Yuliot melakukan pertemuan dengan pejabat perusahaan migas asal Rusia, Joint Stock Company Zarubezhneft (JSC Zarubezhneft). Hasil dari pertemuan, Yuliot mengabarkan bahwa Zarubezhneft menyatakan kesiapannya untuk melanjutkan proyek Blok Tuna pada Juni mendatang.

Yuliot mengungkapkan, proyek migas Blok Tuna tertunda akibat mundurnya Premier Oil, anak perusahaan Harbour Energy, yang menjadi mitra Zarubezhneft dalam menggarap proyek ini.

750 x 100 PASANG IKLAN

“Kami bertemu dengan Zarubezhneft dan membahas kelanjutan proyek Blok Tuna yang masih tertunda. Zarubezhneft menyatakan komitmennya untuk melanjutkan proyek tersebut pada Juni bulan depan. Pemerintah akan memberikan dukungan untuk kelanjutan proyek ini,” ujar Yuliot melalui keterangan tertulis.

Zarubezhneft memulai proyek di Indonesia sejak mengakuisisi 50 persen participating interest (PI) pada proyek Tuna di Laut Natuna melalui anak usahanya, ZN Asia Ltd, pada tahun 2020. Pada pertemuan ini, Zarubezhneft juga menyatakan keinginannya untuk dapat menggarap proyek-proyek migas lain di Indonesia, untuk mendukung peningkatan produksi migas Indonesia, melalui teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) dan reaktivasi sumur idle.

Ketertarikan Zarubezhneft untuk berinvestasi di Indonesia, disampaikan Yuliot, telah tercatat dalam dokumen Agreed Minutes SKB ke-14 RI-Rusia. Pihak Rusia mencatat ketertarikan JSC Zarubezhneft untuk memperluas dan memperkuat kerja sama dengan mitra Indonesia, termasuk partisipasi dalam proyek baru bersama perusahaan minyak dan gas bumi Indonesia.

Pihak Rusia juga meminta dukungan penyelesaian proses compliance bagi perusahaan-perusahaan yang dinominasikan oleh Zarubezhneft guna memulai pengorganisasian suplai minyak ke Indonesia.

750 x 100 PASANG IKLAN

Pages: 1 2 3

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait
DELTA SYSTECH INDONESIA

Tutup Yuk, Subscribe !