Jakarta,corebusiness.co.id–Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa Indonesia sudah keluar dari kutukan angka 5 persen. Hal tersebut merujuk pada capaian pertumbuhan ekonomi pada Triwulan I-2026 berada di angka 5,61 persen, meningkat dibanding sebelumnya sebesar 5,39 persen.
Menurut Purbaya, peningkatan pertumbuhan ekonomi tersebut tidak lepas dari mulai terlihatnya dampak berbagai program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang dinilai mampu mendorong laju ekonomi ke arah yang lebih cepat.
“Kita sudah keluar dari kutukan pertumbuhan ekonomi 5 persen. Kayaknya kita dikutuk 5 persen atau lebih rendah. Nah, ini program-program Bapak Presiden Prabowo ketika mulai kelihatan impact-nya sudah mulai bisa mendorong ekonomi ke arah pertumbuhan yang lebih cepat,” ungkap Menkeu dalam Wawancara Bicara Bersama Retno Pinasti di SCTV pada Minggu (10/05).
Purbaya menilai kunci utama pertumbuhan ekonomi terletak pada percepatan pelaksanaan program-program strategis. Dukungan pembiayaan disebut menjadi faktor penting agar program dapat berjalan optimal. Beberapa program yang mendapat dukungan percepatan pendanaan antara lain Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Merah Putih (KMP), hingga sektor pupuk dan energi.
“Jadi kalau mereka butuh uang, saya kasih cepat. MBG butuh uang, saya kasih cepat. Koperasi Merah Putih, itu dengan sana ya, dengan Danantara ya. Tapi saya jamin pembayaran cepat. Apalagi pupuk, perlu dana depan, saya bayar tepat waktu di depan, sehingga mereka bisa menghemat cost of fund-nya,” jelas Menkeu.
Untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, pemerintah juga berupaya menjaga daya beli masyarakat. Salah satu langkahnya melalui penyaluran subsidi bahan bakar minyak (BBM) untuk menghindari gejolak sosial dan memungkinkan pembangunan tetap berjalan. Subsidi dipilah, sebagian dikurangi untuk orang kaya, namun tetap menjaga stabilitas masyarakat.
“Tapi pilihannya begini, kalau saya cabut subsidi-subsidinya, ribut di mana-mana, saya punya uang juga nggak bisa ngebangun. Jadi lebih baik saya pilih subsidi sebagian di sistem, sebagian dikurangi untuk orang-orang kaya. Tapi masyarakatnya tenang dan kita bisa membangun dengan tenang,” ungkapnya
Pemerintah juga melakukan upaya percepatan penyaluran APBN agar dampaknya merata sepanjang tahun dan tidak menumpuk di akhir tahun. Selain itu, injeksi likuiditas dengan memindahkan Rp200 triliun dari Bank Indonesia (BI) ke sistem perbankan untuk memastikan uang cukup di perekonomian juga disebut Menkeu Purbaya sebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. (Gaska)