160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN

Dibutuhkan Global, Harga Batu Bara Masih Perkasa

Ilustrasi: Karyawan sedang mengoperasikan alat berat untuk menambang batu bara di lokasi tambang PT Bukit Asam Tbk (PTBA). Foto: dok.PTBA.
750 x 100 PASANG IKLAN

Jakarta,corebusiness.co.id-Harga batu bara acuan (HBA) pada periode pertama Mei 2026 masih menunjukkan keperkasaannya. Semua jenis kalori batu bara kompak menguat. Komoditas tambang yang dijuluki ‘emas hitam’ ini dibutuhkan global untuk energi.

HBA terbaru ditetapkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia lewat Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 179.K/MB.01/MEM.B/2026 tentang Harga Mineral Logam Acuan dan Harga Batubara Acuan Untuk Periode Pertama Bulan Mei Tahun 2026.

Berdasarkan keputusan tersebut, HBA untuk batu bara kalori tinggi dalam kesetaraan nilai kalori 6.322 kcal per kg GAR pada periode pertama Mei 2026 naik 3,03% menjadi US$106,57 per ton.

Pada periode kedua April 2026, HBA kalori ini berada di level US$103,43 per ton. Sementara HBA untuk batu bara nilai kalori 5.300 kcal per kg GAR menguat ke level US$79,56 per ton. HBA jenis batu bara ini naik tipis dibandingkan periode kedua April 2026 senilai US$77,71 per ton.

750 x 100 PASANG IKLAN

Untuk batu bara dengan kesetaraan nilai kalori 4.100 kcal per kg GAR, HBA dipatok sebesar US$55,66 per ton. Menguat 5,34% dibandingkan harga acuan pertengahan April 2026 di angka US$52,84 per ton.

Berikutnya, HBA batu bara dengan kesetaraan nilai kalori 3.400 kcal per kg GAR juga naik ke level US$38,76 per ton. Harga acuan itu naik dari posisi periode pertengahan April 2026 di angka US$38,30 per ton.

Analis Kebijakan di Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara, Kementerian ESDM Juanda Volo Sinaga mengungkap masih berjayanya komoditas batu bara. Menurutnya, di tengah gejolak geopolitik global, energi dan mineral kritis saat ini tidak lagi hanya sekadar komoditas ekonomi. Dua-duanya sudah bertransformasi menjadi instrumen kekuatan geopolitik.

“Jika dahulu pengaruh negara ditentukan oleh cadangan devisa dan kebijakan suku bunga, hari ini kendali atas energi dan mineral kritis menjadi penentu posisi tawar global. Sehingga perubahan dalam sektor energi global tersebut memaksa banyak negara meninjau ulang kebijakan dasarnya,” tuturnya, seperti dikutip.

750 x 100 PASANG IKLAN

Meski transisi menuju energi bersih terus berjalan, menurutnya, pada saat yang sama kebutuhan energi dunia masih sangat besar dan belum seluruhnya dapat dipenuhi oleh sumber terbarukan. Dalam situasi seperti ini, batu bara masih digunakan oleh banyak negara, termasuk Indonesia, dengan segala keterbatasan dan risikonya.

Ia menyebutkan, sepanjang tahun 2024, konsumsi batu bara dunia meningkat, terutama di kawasan Asia. Tiongkok dan India tetap menjadi konsumen utama. Proyeksi International Energy Agency menunjukkan permintaan batu bara global hingga 2027 relatif tidak banyak berubah.

Pages: 1 2
750 x 100 PASANG IKLAN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait
DELTA SYSTECH INDONESIA

Tutup Yuk, Subscribe !