160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN

UEA Hengkang dari OPEC dan OPEC+, Pukulan Berat bagi Kelompok Produsen Minyak Global

Menteri Energi dan Infrastruktur Uni Emirat Arab (UEA), Suhail Al Mazrouei. Foto: Istimewa.
750 x 100 PASANG IKLAN

Jakarta,corebusiness.co.id– Uni Emirat Arab (UEA) memutuskan untuk mengakhiri keanggotaannya di Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan OPEC+. Kebijakan tersebut dijadwalkan mulai berlaku efektif pada 1 Mei 2026 mendatang.

Pengumuman ini muncul bertepatan dengan agenda pertemuan OPEC di Wina yang akan digelar pada Rabu, 29 April 2026.

Dalam pernyataan resminya, Kantor Berita Pemerintah UEA, Wakalat Anba’a al Emarat (WAM), menjelaskan alasan di balik keputusan tersebut.

“Keputusan ini diambil setelah peninjauan komprehensif terhadap kebijakan produksi UEA serta kapasitas saat ini dan masa depan, dan didasarkan pada kepentingan nasional kami serta komitmen untuk berkontribusi secara efektif dalam memenuhi kebutuhan pasar yang mendesak,” demikian pernyataan Kantor Berita UEA, WAM, dikutip dari laman The National News, Selasa, 28 April 2026.

750 x 100 PASANG IKLAN

Selain itu,  WAM menyoroti kondisi pasar energi global yang masih bergejolak. Meski volatilitas jangka pendek, termasuk gangguan di Teluk Arab dan Selat Hormuz, masih memengaruhi dinamika pasokan, tren yang mendasari menunjukkan pertumbuhan berkelanjutan dalam permintaan energi global dalam jangka menengah hingga panjang.

WAM menyebut keputusan ini mencerminkan evolusi berbasis kebijakan dalam pendekatan UEA, meningkatkan fleksibilitas untuk merespons dinamika pasar sekaligus tetap berkontribusi terhadap stabilitas secara terukur dan bertanggung jawab.

Langkah ini diambil di tengah upaya besar UEA untuk mengurangi ketergantungan pada sektor migas. Saat ini, sektor nonminyak disebut telah menyumbang sekitar 75 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) negara tersebut.

Meski keluar dari OPEC dan OPEC+, UEA tetap berencana meningkatkan kapasitas produksinya. Negara itu menargetkan kenaikan produksi dari 3,4 juta barel per hari menjadi 5 juta barel per hari pada 2027.

750 x 100 PASANG IKLAN

Dalam pernyataan yang sama, UEA juga menyampaikan apresiasi kepada OPEC dan aliansinya.

“Kami menegaskan kembali apresiasi kami atas upaya OPEC dan aliansi OPEC+ serta mendoakan kesuksesan bagi mereka,” lanjut pernyataan WAM.

UEA menilai telah memberikan kontribusi besar selama menjadi bagian dari organisasi tersebut. Bahkan berkorban yang lebih besar demi kepentingan bersama.

“Namun, saat ini adalah waktu yang tepat untuk memfokuskan upaya kami pada apa yang menjadi kepentingan nasional serta komitmen kami kepada investor, pelanggan, mitra, dan pasar energi global. Inilah yang akan menjadi fokus kami ke depan,” paparnya.

750 x 100 PASANG IKLAN

Diketahui, UEA resmi menjadi anggota OPEC sejak tahun 1967. Sebagai salah satu produsen minyak utama, UEA kemudian menjadi bagian penting dari OPEC+ (aliansi OPEC dengan negara produsen non-OPEC) sejak inisiatif tersebut dibentuk pada akhir 2016 untuk menstabilkan harga minyak global.

Pages: 1 2
750 x 100 PASANG IKLAN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait
DELTA SYSTECH INDONESIA

Tutup Yuk, Subscribe !