160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN

Di Tengah Ketidakpastian Global, PHE Dorong Percepatan Pengembangan Lapangan Migas

Ilustrasi: Aktivitas eksplorasi minyak offshore PHE. Foto: Dok.PHE
750 x 100 PASANG IKLAN

Jakarta,corebusiness.co.id–PT Pertamina Hulu Energi (PHE) terus memperkuat komitmennya dalam menjaga ketahanan energi nasional melalui percepatan pengembangan lapangan minyak dan gas bumi (migas) di tengah dinamika geopolitik global dan volatilitas harga minyak.

Industri migas global belum aman. Perang AS-Israel versus Iran sejak 28 Februari 2026 masih berkecamuk hingga detik ini, bahkan telah menyebar ke seluruh Timur Tengah. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran tentang jalur pelayaran di sekitar Semenanjung Arab dan Laut Merah. Konflik tersebut tidak lagi terkonsentrasi di Teluk Persia dan sekitar Selat Hormuz, tetapi sudah meluas ke Laut Merah dan Selat Bab el-Mandeb, salah satu titik hambatan terpenting di dunia untuk aliran minyak mentah dan produk olahan.

Penutupan Selat Hormuz saja sudah mengganggu pasokan minyak mentah ke negara-negara importir. Termasuk Indonesia. Selat Hormuz yang menjadi jalur minyak dan produk petroleum dari Irak, Arab Saudi, Qatar, Kuwait, dan Uni Emirat Arab, sebagian besar masih ditutup Iran.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia menyebutkan, penutupan Selat Hormuz membuat 20,1 juta barel per hari pasokan minyak mentah terhambat. Indonesia sendiri, sekitar 20 persen hingga 25 persen impor minyak mentah mandek.

750 x 100 PASANG IKLAN

“Dari total impor crude kita yang dari Middle East itu kurang lebih sekitar 20 persen sampai 25 persen. Selebihnya kita ambil dari Afrika, Angola, Amerika, kemudian dari beberapa negara lain seperti Brasil,” kata Bahlil dalam konferensi pers Perkembangan Terkini Timur Tengah dan Implikasi Terhadap Sektor ESDM, di Jakarta.

Berdasarkan data ESDM, sepanjang 2025 Pertamina mengimpor 135,33 juta barel minyak mentah, dengan sekitar 19 persen atau 25,36 juta barel di antaranya berasal dari Arab Saudi. Selebihnya, pasokan minyak mentah Indonesia berasal dari berbagai sumber, antara lain Afrika, Amerika Latin, Amerika Serikat, Malaysia, dan sejumlah negara lainnya. Selain itu, Indonesia juga memiliki kerja sama jangka panjang dengan Singapura dan Malaysia untuk pasokan produk BBM.

Penutupan Selat Hormuz ikut mengerek naik harga minyak mentah dunia. Senin ini, 6 April 2026, harga minyak mentah Brent berjangka naik $1,71, atau 1,6 persen, menjadi $110,74 per barel. Sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS berjangka naik $0,71, atau 0,6 persen, menjadi $112,25 per barel.

Untuk menjaga ketahanan pasokan BBM dalam negeri, Pemerintah Indonesia ancang-ancang melakukan diversifikasi sumber energi dengan membuka opsi pasokan minyak mentah dan BBM dari kawasan selain Timur Tengah. Langkah ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto kepada Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, untuk memperluas sumber impor minyak dari berbagai negara guna menjaga kesinambungan pasokan dalam negeri.

750 x 100 PASANG IKLAN

Pages: 1 2
750 x 100 PASANG IKLAN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait
930 x 180 PASANG IKLAN
DELTA SYSTECH INDONESIA

Tutup Yuk, Subscribe !