
Abdul Kharis menuturkan bahwa kemarin sore hingga malam hari pihaknya melakukan diskusi dengan pihak Pupuk Indonesia dan beberapa kementerian dan lembaga. Tim Kunjungan Spesifik Komisi IV DPR RI memberikan masukan agar distribusi pupuk bersubsidi bisa sampai ke petani tepat waktu, tempat jumlah, dan tepat sasaran.
“Kita ingin pastikan agar Pupuk Indonesia benar-benar mendistribusikan pupuk secara tepat waktu, tepat jumlah, dan tepat sasaran,” tegasnya.
Abdul Kharis juga mengungkapkan perasaannya bisa langsung memanen padi dengan menggunakan combine harvester, dengan produksi padi 7 ton GKG per ha. Menurutnya, teknik pertanian modern perlu dikembangkan di daerah lain di Indonesia.
Seusai acara diskusi, Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IV DPR RI meninjau gudang Bulog Gulun dalam rangka memantau stok beras jelang Ramadan.
Dukungan Kementan
Kementerian Pertanian telah mengalokasikan bantuan dan kegiatan melalui dana APBN untuk mendukung ketahanan pangan Provinsi Jawa Timur. Bantuan yang diberikan benih padi varietas unggul, benih jagung, combine harvester, pompa air, traktor roda 4, trakor roda 2, hands prayer, irigasi perpompaan, irigasi perpipaan, padi optimalisasi, padi biofortifikasi, gerakan pengendalian OPT, pestisida nabati, pestisida biologi, gerakan penanganan DPI, dan sumur pompa.
Sementara itu, alokasi bantuan dan kegiatan untuk Kabupaten Magetan dari Kementan tahun 2024, yaitu benih padi unggul, benih jagung, combine harvester, pompa air, traktor roda 2, hands prayer, irigasi perpompaan, irigasi perpipaan, padi optimalisasi, padi biofortifikasi, gerakan pengendalian OPT Serealia, pestisida nabati, pestisida biologi, dan gerakan penanganan DPI.
Berdasarkan data Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur tahun 2024, luas baku sawah 1.207.997 ha dengan luas panen padi 1.616.985 ha. Dari luasan baku sawah, sudah menerapkan Indeks Pertanaman (IP) di lahan seluas 1,34 ribu ha, dengan produksi padi 9.270.435 ton GKG, dan produksi beras 5.352.936 ton. Petani dominan menggunakan varietas padi Inpari 32 dengan produktivitas 5,73 ton GKG per ha.
Luas tanam jagung di Jawa Timur tahun 2024 seluas 1.241.710 ha, dengan luas panen 739.157 ha. Produksi jagung sebanyak 4.595.792 ton, dengan produktivitas 6,22 ton per ha.
Untuk Kabupaten Magetan, berdasarkan data tahun 2024 memiliki luas baku sawah 26.491 ha, dengan luas panen 58.608 ha. Petani sudah menerapkan IP untuk pengolahan 2,43 ribu ha dengan menanam varietas padi Inpari 32, Ciherang, M70, dan vaietas lainnya, dengan rata-rata produksi 7 ton GKG per ha. Produksi padi Magetan tahun 2024 sebanyak 381.144 ton dan produksi beras 244.181 ton.
Kemudian tanaman jagung seluas 19.138 ha dengan luas panen 19.034 ha. Produktivitas jagung di tahun 2024 sebanyak 162.037 ton dengan produktivitas 8,5 ton per ha.
Dirjen Tanaman Pangan, Kementan, Yudi Sastro mengatakan, bantuan-bantuan yang diberikan Kementan untuk mendorong dan meningkatkan produktivitas padi di Jawa Timur, termasuk di Kabupaten Magetan. Hal ini, kata Yudi Sastro, sesuai amanah dari Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman untuk mewujudkan ketahanan pangan lokal dan mencapai swasembada pangan seperti yang diharapkan Presiden Prabowo Subianto.
“Kementerian Pertanian sebagaimana arahan Menteri Pertanian, Bapak Andi Amran Sulaiman, terus mendorong semua daerah untuk meningkatkan aktivitas usaha tani dengan mengalokasikan bantuan benih, pupuk, pompa air, alat mesin pertanian modern, dan lainnya. Sehingga petani lebih terpacu untuk meningkatkan produktivitas padi,” kata Yudi Sastro.