Jakarta,corebusiness.co.id-Great Wall Motor (GWM) mengatakan bahwa pihaknya berencana untuk meluncurkan setidaknya 10 model baru di Eropa selama dua tahun ke depan. Mencoba bangkit setelah upaya sebelumnya di pasar yang sama tidak berhasil.
GWM adalah salah satu perusahaan mobil Tiongkok pertama yang meluncurkan produknya di Eropa, membuat gebrakan dengan jajaran produk yang didominasi kendaraan listrik di pameran mobil Munich 2021. Namun, perusahaan tersebut kesulitan untuk mendapatkan daya tarik di pasar yang sangat kompetitif.
Sekarang, sebagai bagian dari upaya ekspansinya di Eropa, perusahaan akan memulai penjualan di 13 pasar Eropa selama 12 bulan ke depan.
“Kami tidak ingin menjadi pihak yang kalah di pasar mana pun di dunia,” kata Presiden GWM International, Parker Shi, kepada wartawan di pusat teknologi perusahaan di Baoding, Tiongkok, dikutip Reuters, Selasa (21/4/2026)
“Kami akan kembali dan kami akan hadir dengan produk yang tepat,” imbuh Parker optimistis.
Sementara produsen otomotif pendatang baru dari Tiongkok, termasuk BYD, merek Jaecoo dan Omoda dari Chery, dan Leapmotor, mengalami pertumbuhan pesat di Eropa pada tahun 2025. Berbeda dengan GWM, penjualannya turun 25,4% tahun 2024 dan hampir 30% tahun 2025 menjadi hanya 3.500 mobil.
Karena penjualan kendaraan di Tiongkok mengalami stagnasi, produsen mobil lokal berlomba untuk berekspansi ke luar negeri di Eropa dan pasar negara berkembang.
Sebagai bagian dari upaya barunya di Eropa, GWM akan meluncurkan beragam kendaraan dan sistem penggerak yang lebih luas–termasuk model hibrida dan mesin pembakaran internal serta kendaraan listrik–dimulai dengan Ora 5 pada paruh pertama tahun 2026. Ora 5 adalah mobil perkotaan kecil yang akan tersedia sebagai kendaraan listrik, mesin bensin, dan hibrida.
Akhir tahun ini, perusahaan berencana meluncurkan SUV Jolion Max dan H7, sebuah model off-road. Saat ini, GWM menjual produknya di sembilan pasar Eropa termasuk Inggris dan Jerman.
Direktur Pemasaran Eropa Thiemo Jahnke mengatakan bahwa produsen mobil tersebut akan memulai penjualan di Italia dan Spanyol pada Juni, diikuti oleh Polandia pada bulan Juli–ditambah 10 pasar tambahan selama 12 bulan ke depan.
Perusahaan tersebut mengatakan bahwa mereka bertujuan untuk membangun pabrik di Eropa dengan kapasitas produksi tahunan 300.000 mobil pada tahun 2029. CEO GWM, Mu Feng, mengatakan bahwa pihak perusahan belum memutuskan lokasi, tetapi mereka sedang mempertimbangkan Eropa tengah dan selatan.
Analis otomotif Felipe Munoz mengatakan bahwa fokus GWM pada berbagai jenis powertrain berarti perusahaan tersebut memiliki rangkaian penawaran yang lebih kuat daripada saat pertama kali memasuki pasar Eropa.
Namun, ia mengatakan bahwa beberapa kendaraan yang sedang dibicarakan perusahaan untuk diluncurkan di Eropa, termasuk SUV off-road besar Tank 300, tidak akan cocok untuk banyak pembeli mobil di sana. (Rif)