160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN

Menkeu Purbaya Menyoroti Peran Industri Otomotif Nasional

Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa saat menyampaikan keynote speech di Konferensi Otomotif Tahunan Gaikindo, GIAC, yang berlangsung pada Selasa, 4 Agustus 2026.
750 x 100 PASANG IKLAN

Jakarta,corebusiness.co.id–Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti pentingnya peran industri otomotif sebagai salah satu motor penggerak perekonomian nasional. Industri ini tidak hanya mendorong konsumsi masyarakat, tetapi juga memberikan efek berganda terhadap sektor manufaktur, investasi, dan penyerapan tenaga kerja.

Karena itu, Purbaya menekankan pentingnya sinergi antara regulasi pemerintah dan kesiapan pelaku industri di bawah naungan Gaikindo untuk memperkuat daya saing industri otomotif nasional.

Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi kunci dalam menjaga momentum pertumbuhan industri sekaligus mengakselerasi transformasi menuju kendaraan berteknologi rendah emisi.

“Tantangan ke depan bukan lagi hanya mendorong adopsi kendaraan listrik, tetapi juga memaksimalkan nilai tambah domestik, investasi, penciptaan lapangan kerja, serta memperkuat daya saing industri nasional,” ungkap  Purbaya saat menjadi keynote speech The 20th Gaikindo International Automotive Conference (GIAC) di Garuda Main Hall, ICE BSD City, Selasa, 4 Agustus 2026.

Untuk diketahui, Gelaran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 yang berlangsung sejak 30 Juli hingga 9 Agustus 2026 menyuguhkan dua program yang menghadirkan para pelaku industri otomotif nasional dan internasional, yaitu The 20th GIAC dan Daily Seminar. Kedua program ini digelar di Garuda Main Hall, ICE BSD City, dan menghadirkan para pembicara berpengaruh dari berbagai latar belakang industri, akademisi, dan pemerintahan.

Konferensi  otomotif tahunan Gaikindo, GIAC, yang berlangsung pada Selasa, 4 Agustus 2026, mengusung tema besar “Eye of The Future for Indonesia Automotive  Industry”, membahas arah masa depan industri otomotif nasional di tengah  pergeseran teknologi dan kerja sama global. Acara dibuka dengan welcome remarks  oleh Ketua Harian sekaligus Ketua Penyelenggara Pameran  dan Konferensi Gaikindo, Anton Kumonty

Dalam  pembukaan GIAC di Garuda Room ICE, Anton Kumonty menyampaikan bahwa konferensi ini memiliki arti penting bagi arah perkembangan industri nasional. Melalui  tema “Eye of The Future for Indonesia Automotive Industry”, GIAC 2026  bertujuan untuk memberikan wawasan tentang kondisi saat ini dan prospek masa  depan industri otomotif Indonesia, menyoroti potensi Indonesia sebagai tujuan  investasi di sektor otomotif, mendiskusikan strategi untuk mendorong pertumbuhan dan daya saing di masa depan, menjawab apa yang dibutuhkan investor  dari pemerintah Indonesia untuk mendukung investasi, serta menjelajahi masa  depan mobilitas melalui elektrifikasi, teknologi otonom, konektivitas, dan  keberlanjutan.

“Kami berharap diskusi hari ini akan memberikan masukan berharga bagi pemerintah, pelaku  ekonomi, dan semua pemangku kepentingan, sehingga bersama-sama kita dapat  memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasokan otomotif global,” ujar  Anton.

Sedangkan para pembicara GIAC 2026 mencerminkan keberagaman perspektif industri dan diplomatik lintas negara, di antaranya Ketua GAIKINDO Bidang Kerjasama Luar Negeri, Andrew Nasuri; Deputy Head of Mission Designate Ambassador of The Federative Republic of Germany, Oliver Sperling; dan Charge d’Affaires ad Interim Kedutaan Besar Jepang di Indonesia, Mitsuru Myochin.

Konferensi dimoderatori oleh Jahen Fachrul Rezki dari LPEM FEB UI, menghadirkan diskusi strategis tentang kebijakan, inovasi, dan kolaborasi internasional untuk mendorong kemajuan industri otomotif Tanah Air.

Sementara program Daily Seminar GIIAS terselenggara selama dua hari berturut-turut pada 5 dan 6 Agustus 2026, dari pukul 08.00 hingga 12.00 WIB, dengan mengangkat topik-topik mendalam dan strategis. Pada Rabu, 5 Agustus 2026, seminar bertema “Mengkaji Ulang Peta Jalan Industri Otomotif Nasional” membahas evaluasi serta penyelarasan rencana strategis industri otomotif agar tetap tangguh dan kompetitif.

Acara ini dibuka oleh Ketua Gaikindo Bidang Pengembangan Pasar, Jongkie D. Sugiarto, dan dimoderatori Kepala Kompartemen Pengembangan Pasar Gaikindo, Anton Jimmi Suwandy. Seminar ini menghadirkan narasumber Asisten Deputi Fasilitasi Perdagangan dan Pengembangan Ekspor, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI, Ekko harjanto; Direktur Jenderal ILMATE, Kementerian Perindustrian RI, Setia Diarta;  LPEM FEB UI, Riyanto, dan  Business & Project Development Dept Head, Indonesia Battery Corporation (IBC), Adhietya Saputra.

Sementara itu, pada Kamis, 6 Agustus 2026, seminar bertajuk “Membangun Sistem Pengelolaan Limbah Baterai yang Berkelanjutan” difokuskan pada penanganan dan rantai daur ulang baterai purnapakai seiring meningkatnya penggunaan kendaraan listrik di Indonesia. Acara ini dibuka oleh Ketua Bidang Transportasi, Lingkungan & Infrastruktur Gaikindo, Jap Ernando Demily, dan dimoderatori Customs Clearance Specialist PT Geely Auto Indonesia, Harris Akhtar.

Adapun narasumber yang hadir adalah Plt. Deputi Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3, Kementerian Lingkungan Hidup/BPLH, Laksmi Widyajayanti; Kepala Pusat Industri Hijau, Kementerian Perindustrian RI, Dewi Muliana, Direktur Teknikal & SHEQ PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI), Elpido, dan Deputy Country Representative, Global Green Growth Institute (GGGI) Indonesia, Vidya Fauzianti.

Kegiatan ini mengulas tantangan serta peluang industri otomotif nasional, strategi menjaga daya saing, hingga kolaborasi pemerintah dan pelaku industri dalam membangun ekosistem otomotif yang berkelanjutan. Kedua program ini menunjukkan komitmen Gaikindo dalam mendorong transformasi industri otomotif nasional ke arah yang lebih inovatif, hijau, dan siap bersaing di kancah internasional.

Melalui forum GIAC dan seminar harian, GIIAS 2026 tak hanya menjadi ajang pameran produk otomotif, tetapi juga sebagai platform edukatif dan strategis bagi seluruh pemangku kepentingan. (Rif)

750 x 100 PASANG IKLAN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait
750 x 100 PASANG IKLAN