Jakarta,corebusiness.co.id-Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) memproyeksikan penjualan mobil nasional di angka 850 unit sepanjang tahun 2026. Proyeksi ini menandai kenaikan sekitar 5 persen dibandingkan realisasi penjualan tahun 2025 sebanyak 803.687 unit mobil.
“Gaikindo optimistis penjualan mobil mencapai 850 ribu unit,” kata Ketua Pengembangan Pasar Gaikindo, Jongkie D. Sugiarto kepada corebusiness.co.id, Selasa, 12 Mei 2026.
Menurutnya, meningkatnya pertumbuhan ekonomi pada kuartal I sebesar 5,61 persen dibandingkan periode yang sama sebesar 5,39 persen, sebagai salah satu petunjuk daya beli masyarakat Indonesia kembali meningkat. Meskipun masih dalam bayang-bayang tantangan ekonomi global, fluktuasi nilai tukar rupiah, dan suku bunga, didorong oleh peluncuran produk mobil baru.
“Pemerintah juga terus mendorong pertumbuhan industri otomotif nasional,” ujarnya.
Tak hanya itu, untuk jenis kendaraan listrik (electric vehicle/EV), kata dia, pemerintah sedang mempersiapkan pemberian insentif untuk 100 ribu unit EV pada tahap pertama.
Jongkie menyebutkan, angka penjualan mobil nasional wholesales pada April 2026 sebanyak 80.776 unit menunjukkan pemulihan pasar yang signifikan. Angka penjualan ini melonjak 55 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025, hanya mentok di angka 52.108 unit mobil.
“Secara kumulatif, dari Januari hingga April 2026 penjualan mobil mencapai 289.787 unit, meningkat 12,5 persen dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya,” ucapnya.
Berdasarkan merek, Gaikindo mencatat produsen mobil asal Jepang masih menguasai pasar di Indonesia hingga April 2026. Toyota, Daihatsu, Mitsubishi Motors, Suzuki, BYD, Honda, Jaecoo, Mitshubishi Fuso, Isuzu, dan Hyundai, berada di peringkat sepuluh besar dalam penjualan mobil wholesales hingga April 2026.
Berikut data penjualan mobil whole sales dari 30 brand Januari-April 2026: