
PHE sudah mulai menginventarisir sejumlah sumur-sumur idle yang ada di wilayah kerja Subholding Upstream yang bisa dimitrakan. Menurut Benny, pada tahun 2025, PHE akan menggelar 2 Batch penawaran sumur idle. Pada Batch 1 ini, PHE berencana menawarkan sekitar 251 sumur kepada calon mitra. Diharapkan jumlah sumur yang ditawarkan akan bertambah di Batch 2 nanti.
Subkoordinator Pemantauan Usaha Eksploitasi Migas Kementerian ESDM, Jungjungan Mulia mewakili Ariana Soemanto mengapresiasi kegiatan sosialisasi sumur idle yang ada di wilayah operasional Subholding Upstream Pertamina. Kegiatan sosialisasi ini diharapkan bisa menarik para investor untuk mau bekerjasama meraktivasi sumur idle.
Dengan masuknya para investor swasta ini diharapkan pengoperasian sumur idle bisa dipercepat dari sebelumnya di tahun 2026 menjadi 2025.
“Target lifting harus naik sesuai arahan Menteri ESDM. Kemitraan pengelolaan sumur idle ini merupakan langkah awal untuk mencapai target tersebut. Pararel kita juga sedang finalisasi Kepmen Kemitraan Sumur Idle untuk mengatur kerja sama ini” tuturnya.
Sementara itu Kadiv Produksi dan Pemeliharaan Fasilitas SKK Migas, Bambang Prayoga mewakili Wahju Wibowo berharap seluruh sumur idle dapat segera berproduksi. Terlebih lagi, keberadaan sumur idle ini sudah banyak dibahas bagaimana penanganannya.
Dalam proses pengelolaan sumur idle ini Bambang menekankan pentingnya faktor safety.
“Faktor safety harus jadi perhatian yang serius. Aktivitas kegiatan reaktivasi dan operasi produksinya harus memenuhi kaidah safety dan teknik yang baik. Benchmark-nya sudah banyak, ” ujarnya. (Rif)