160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN

Kabupaten Sigi Dorong Ekonomi Hijau melalui Pertanian dan Pariwisata

Bupati Kabupaten Sigi, Mohamad Rizal Intjene bersama Direktur Eksekutif APKASI, Sarman Simanjorang, dan Kepala Sekretariat LTKL, Ristika Putri Istanti sebagai pembicara di acara diskusi Sustainable District Outlook (SOD) 2025 di ICE BSD City, Tangerang, Kamis (28/8/2025). Foto: corebusiness.co.id/Syarif.
750 x 100 PASANG IKLAN

Tangerang,corebusiness.co.id-Pemerintah Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah, menggaungkan pembangunan ekonomi hijau dengan memaksimalkan potensi dari sektor pertanian dan pariwisata.

Sulawesi adalah wilayah penghasil tambang nikel utama di Indonesia, dengan beberapa daerah penting termasuk Sulawesi Tengah, terutama Morowali, Sulawesi Tenggara, seperti Kolaka dan Konawe Utara, dan Sulawesi Selatan, khususnya Luwu Timur.

Selain nikel, Sulawesi juga menghasilkan tambang lain seperti aspal dan emas, yang merupakan bagian dari kekayaan alam signifikan di Pulau Sulawesi.

Untuk tambang emas, salah satunya berada di Kabupaten Sigi. Namun, aktivitas tambang emas tersebut sudah ditutup Bupati Kabupaten Sigi, Mohamad Rizal Intjenae, Sabtu (23/8/2025). Apa pasal?

750 x 100 PASANG IKLAN

Ternyata, aktivitas tambang emas tersebut dilakukan di kawasan konservasi Taman Nasional Lore Lindu. Parahnya lagi, aktivitas tambang dilakukan tanpa izin (Peti).

Akhirnya, Pemerintah Kabupaten Sigi dengan Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu serta TNI Polri menandatangani deklarasi bersama sebagai bentuk komitmen penutupan aktivitas pertambangan emas tanpa izin di kawasan konservasi Taman Nasional Lore Lindu Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.

“Dengan tegas saya katakan Kabupaten Sigi bebas dari aktivitas tambang emas ilegal. Sebab, pemerintah daerah hanya fokus melakukan pengembangan pada sektor pertanian, pariwisata, dan peternakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Rizal usai menutup lokasi Peti di Desa Sibowi, Sigi.

Menurut Rizal, tidak semua kabupaten bisa maju dan kaya karena hanya daerahnya memiliki sektor tambang. Ia meyakini melalui konsep ekonomi hijau pun bisa mendorong pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sigi menjadi lebih cepat.

750 x 100 PASANG IKLAN

“Visi saya sebagai Bupati Sigi memajukan sektor pertanian dan pariwisata,” kata Rizal dalam kesempatan lain di acara diskusi Sustainable District Outlook (SDO) 2025 di ICE BSD City, Tangerang, Kamis (28/8/2025).

Diskusi SOD 2025 diselenggarakan oleh Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL), di mana Mohamad Rizal Intjenae sebagai Ketua Umum periode 2025-2028.

LTKL beranggotakan sembilan kabupaten, yaitu Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat; Kapuas Hulu, Kalimantan Barat; Sanggau, Kalimantan Barat; Siak, Riau; Gorontalo, Gorontalo; Bone Bolango, Gorontalo; Musi Banyuasin, Sumatera Selatan; Aceh Tamiang, Aceh; serta Sigi, Sulawesi Tengah.

Rizal melanjutkan, ekonomi hijau yang sedang digencarkan di Sigi mendapat dukungan Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid.

Alhamdulillah, melalui bantuan Gubernur, program ekonomi hijau di Sigi mendapat bantuan dari pemerintah pusat. Kami dapat bantuan mencetak 4000 hektar lahan sawah baru untuk menunjang Asta Cita kedua Presiden Prabowo Subianto dalam program Ketahanan Pangan,” tutur Rizal.

750 x 100 PASANG IKLAN

Untuk sektor perkebunan, kata dia, Pemkab Sigi mendapat bantuan bibit kopi, durian, kakao, dalam jumlah cukup besar.

Tak hanya itu, LTKL juga telah menjalin kerja sama dengan investor untuk pengembangan sektor perkebunan di Sigi. Investor akan menggelontorkan Rp 36 miliar untuk budidaya perkebunan di kabupaten ini.

“Sektor pertanian Sigi sangat besar, 80 persen mata pencarian masyarakat di sektor pertanian, dan  15 persen di sektor peternakan,” ucapnya.

Menurutnya, sektor pertanian sangat menjanjikan untuk perkembangan dan kemajuan ekonomi di Sigi.

Rizal mengungkapkan, di tengah gonjang-ganjing industri perberasan nasional saat ini, sudah bisa diantisipasi oleh Pemkab Sigi.

“Stok beras di Sigi tidak ada kendala, karena peranan Bulog sangat luar biasa, baik dalam membeli gabah petani hingga penyaluran beras untuk menstabilkan harga. Meskipun harga beras naik, Pemerintah Kabupaten Sigi memberikan subsidi untuk masyarakat kurang mampu sebesar Rp 15.000 untuk pembelian beras 50 kilogram,” pungkasnya. (Syarif)

 

750 x 100 PASANG IKLAN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait
930 x 180 PASANG IKLAN
ANINDYA

Tutup Yuk, Subscribe !