
Diskusi SOD 2025 diselenggarakan oleh Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL), di mana Mohamad Rizal Intjenae sebagai Ketua Umum periode 2025-2028.
LTKL beranggotakan sembilan kabupaten, yaitu Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat; Kapuas Hulu, Kalimantan Barat; Sanggau, Kalimantan Barat; Siak, Riau; Gorontalo, Gorontalo; Bone Bolango, Gorontalo; Musi Banyuasin, Sumatera Selatan; Aceh Tamiang, Aceh; serta Sigi, Sulawesi Tengah.
Rizal melanjutkan, ekonomi hijau yang sedang digencarkan di Sigi mendapat dukungan Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid.
“Alhamdulillah, melalui bantuan Gubernur, program ekonomi hijau di Sigi mendapat bantuan dari pemerintah pusat. Kami dapat bantuan mencetak 4000 hektar lahan sawah baru untuk menunjang Asta Cita kedua Presiden Prabowo Subianto dalam program Ketahanan Pangan,” tutur Rizal.
Untuk sektor perkebunan, kata dia, Pemkab Sigi mendapat bantuan bibit kopi, durian, kakao, dalam jumlah cukup besar.
Tak hanya itu, LTKL juga telah menjalin kerja sama dengan investor untuk pengembangan sektor perkebunan di Sigi. Investor akan menggelontorkan Rp 36 miliar untuk budidaya perkebunan di kabupaten ini.
“Sektor pertanian Sigi sangat besar, 80 persen mata pencarian masyarakat di sektor pertanian, dan 15 persen di sektor peternakan,” ucapnya.
Menurutnya, sektor pertanian sangat menjanjikan untuk perkembangan dan kemajuan ekonomi di Sigi.
Rizal mengungkapkan, di tengah gonjang-ganjing industri perberasan nasional saat ini, sudah bisa diantisipasi oleh Pemkab Sigi.
“Stok beras di Sigi tidak ada kendala, karena peranan Bulog sangat luar biasa, baik dalam membeli gabah petani hingga penyaluran beras untuk menstabilkan harga. Meskipun harga beras naik, Pemerintah Kabupaten Sigi memberikan subsidi untuk masyarakat kurang mampu sebesar Rp 15.000 untuk pembelian beras 50 kilogram,” pungkasnya. (Syarif)