160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN

Apkasi dan LTKL Dorong Kabupaten Jadi Motor Pembangunan Hijau melalui SDO 2025

Ketum LTKL, Mohammad Rizal Intjenae bersama pengurus LTKL, Apkasi, dan mitra.
750 x 100 PASANG IKLAN

Jakarta,corebusiness.co.id–Kabupaten merupakan motor utama pembangunan berkelanjutan di Indonesia. Melalui kolaborasi Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi),
Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL), dan berbagai mitra strategis, gelaran Sustainable Districts Outlook (SDO) 2025  hadir untuk menampilkan inovasi lokal sebagai solusi nyata bagi pembangunan ekonomi hijau dan berketahanan iklim.

Dalam pembukaan SDO 2025, Founder Jalin Indonesia, Hilmar Farid,  menekankan krisis yang saat ini sedang dihadapi manusia sebagai sebuah permasalahan fundamental.

“Laporan Pembangunan Manusia dari UNDP di tahun 2022 menegaskan bahwa kita hidup di era kompleksitas ketidakpastian. Krisis politik, transformasi sosial, dan polarisasi produk saling terkait, menciptakan instabilitas global. Iklim sudah berubah, laut berubah, dan deforestasi semakin tinggi. Sudah waktunya kabupaten mampu untuk berdiri sendiri, bukan hanya sebagai pelengkap,” ungkap Farid.

Pentingnya menanggulangi krisis yang terjadi juga dipertegas oleh Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, yang turut membuka acara.

750 x 100 PASANG IKLAN

“Istilah saat ini sudah bukan lagi global warming, namun global boiling. Artinya, isu ini sudah semakin mendesak untuk dihadapi. Tahun 2045, Indonesia memiliki target untuk mencapai net zero emission (NZE) Sudah banyak narasi lokal yang berjalan secara organik dan ini sangat bagus. Saatnya diperkuat dengan kebijakan formal untuk menjahit ekosistem, dan fokus pada green leadership serta melakukan kaderisasi pada para aktivis muda,” ujarnya.

Kepala Sekretariat LTKL, Ristika Putri Istanti, menyoroti capaian kabupaten anggota LTKL dalam membangun transformasi berkelanjutan, serta menekankan pentingnya peran media dan publik untuk turut mendorong cerita-cerita baik yang sudah banyak terjalin di kabupaten.

“Selama dua hari kegiatan SDO 2025 (27- 28 Agustus 2025), kami membangun sebuah model untuk menampilkan praktik-praktik baik serta cerita yang telah berkembang di kabupaten dengan tujuan mendorong transformasi menuju pembangunan berkelanjutan. Tahun ini, kami mengambil tema ‘Kabupaten Bergerak’ sebagai tema bersama yang bermakna bahwa transformasi dapat dimulai dari tingkat lokal, terutama dari kabupaten,” jelas Ristika.

Bupati Kabupaten Sigi, Mohammad Rizal Intjenae sekaigus Ketua Umum LTKL periode 2025–2028, menambahkan bahwa inovasi kabupaten kini semakin beragam, mulai dari sentra inkubasi produk lokal, forum investasi berbasis alam, hingga ruang publik kreatif.

“Harapan saya untuk Kabupaten Sigi adalah bagaimana kabupaten ini bisa terus bergerak dan tumbuh. Sebagai Ketua Umum terpilih, saya memiliki visi untuk mendorong sektor pertanian dan pariwisata sebagai kekuatan utama dari Sigi,” tutur Rizal.

750 x 100 PASANG IKLAN

Untuk sektor wisata, disebutkan Rizal, Sigi memiliki Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu yang menjadi bagian dari cagar biosfer dunia dan salah satu penyumbang oksigen terbesar di dunia. Dari sisi pertanian, lanjutnya, Sigi sudah memiliki produk unggulan daerah seperti kopi yang memiliki potensi tinggi.

“Dukungan dari pemerintah pusat dan provinsi melalui program kedaulatan pangan juga semakin memperkuat langkah kami. Ini menunjukkan bahwa Sigi sudah mulai bergerak,” katanya optimis.

Rizal juga menyampaikan manfaat bergabung ke LTKL, salah satunya turut mendatangkan keuntungan dalam bentuk investasi bagi Sigi.

“Dengan adanya LTKL dengan jaringan investor dan mitra yang dimiliki, valuasi investasi di Sigi salah satunya dari sektor pertanian dan perkebunan berkelanjutan kini sudah mencapai lebih dari 36 miliar rupiah,” imbuh Rizal.

750 x 100 PASANG IKLAN

Sementara Dewan Pembina LTKL, Fitrian Adriansyah, menekankan pentingnya integrasi investasi dan konservasi.

“Sesungguhnya portfolio komoditas unggulan kabupaten memiliki peluang yang menjanjikan. Namun, ada beberapa aspek yang perlu dipertajam. Salah satu tantangan utama adalah konsistensi yang masih menjadi kendala bagi para supplier. Karena itu, penting untuk memperkuat aspek bisnis sekaligus menjaga konsistensi dalam
implementasinya,” tegas Fitrian.

Bupati Kabupaten Sigi dan Ketum LTKL Mohamad Rizal Intjenae bersama Direktur Eksekutif APKASI, Sarman Simanjorang, dan Kepala Sekretariat LTKL, Ristika Putri Istanti sebagai pembicara di acara diskusi Sustainable District Outlook (SOD) 2025 di ICE BSD City, Tangerang, Kamis (28/8/2025).

Namun ia menambahkan bahwa terlepas dari hal yang perlu ditingkatkan, kabupaten juga memiliki keunggulan tersendiri.

“Hal yang cukup membanggakan dari kabupaten anggota LTKL adalah tata kelolanya, yang sudah menunjukkan arah positif dan perlu terus dikaitkan dengan praktik Environmental, Social and Governance (ESG). Secara global, tren pembiayaan kini semakin menekankan penerapan ESG serta prinsip keberlanjutan sebagai syarat masuk ke pasar. Artinya, integrasi antara investasi dan konservasi bukan hanya pilihan etis, melainkan strategi bisnis yang relevan dengan permintaan investor dan konsumen internasional,” urainya.

Selain itu, kata dia, leadership dari para bupati juga menjadi faktor penting yang sangat diperhatikan. Karena, kepemimpinan daerah berperan besar dalam memastikan keberlanjutan program.

SDO 2025 bukan hanya sebuah perhelatan tahunan, tetapi juga menjadi ruang temu strategis bagi kabupaten dan para mitra untuk terus memperkuat kolaborasi. Melalui ajang ini, kabupaten bergerak bersama mitra membangun ekosistem pendukung yang solid untuk mewujudkan transformasi menuju kabupaten yang lestari, mandiri, dan
berdaya saing di tingkat nasional maupun global. (Rif)

750 x 100 PASANG IKLAN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait
930 x 180 PASANG IKLAN
ANINDYA

Tutup Yuk, Subscribe !