160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN

Pamigo dan PKS Mini Terintegasi: Peluang Milenial Panen Cuan dari Bisnis Sawit

Ir. Kusno Hadiutomo, M.M., penulis buku Membangun Pamigo dan PKS Mini Terintegrasi untuk Hilirisasi Kelapa Sawit di Perdesaan.
750 x 100 PASANG IKLAN

Sarjana Teknologi Pertanian, Jurusan Mekanisasi Pertanian, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta tahun 1983 tersebut menjabarkan, pembangunan Pamigos dan PKS Mini terintegrasi merupakan langkah strategis untuk meningkatkan peran petani sebagai pemasok CPO atau minyak goreng secara berkelanjutan dan hilirisasi kelapa sawit di pedesaan, dus “raja hilir” kelapa sawit dunia terwujud.

Untuk meningkatkan posisi tawar di dunia, kata dia, pola pengelolaan perkebunan sawit rakyat harus memenuhi prasyarat standardisasi internasional. Salah satunya, terlebih dulu mensertifikasi lahan perkebunan sesuai standar Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO).

Ia mencatat, luas kebun sawit yang telah disertifikasi ISPO hingga 2024 mencapai 3,65 juta ha, dengan rincian 766 sertifikasi dengan produksi 22 juta ton CPO.

“Di pasar internasional keberadaan sertifikasi ISPO berpotensi tidak hanya memperluas akses pasar, tetapi juga meningkatkan potensi tawar dan harga produk minyak kelapa sawit,” ucap Magister Manajemen di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi IPWI Jakarta tahun 2000.

750 x 100 PASANG IKLAN

Di samping sertifikasi ISPO, sambungnya, produk minyak goreng Pamigo dan PKS Mini perlu disertifikasi halal untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk, serta memberikan kenyamanan, keamanan, keselamatan, dan kepastian produk halal bagi masyarakat dalam mengonsumsi sekaligus menggunakan produk halal.

Magnet bagi Milenial

Kusno Hadiutomo menyakini bahwa pembangunan Pamigo dan PKS Mini terintegrasi dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi generasi muda milenial. Mereka terjun mengelola usaha tani perkebunan dan industri pengolahan kelapa sawit di perdesaan yang maju, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Tandan buah segar (TBS) sawit. Foto: dok. Kementan.

“Apalagi adanya dukungan teknologi mekanisasi alat mesin pertanian (alsintan) modern yang presisi (precision farming) dan pertanian cerdas (smart farming) dengan manajemen usaha agribisnis yang dikelola secara perusahaan/korporasi profesional,” katanya.

750 x 100 PASANG IKLAN

Lebih dari itu, Pamigo dan PKS Mini terintegrasi bisa menjadi semacam learning center bagi petani muda milenial untuk belajar bagaimana menjadikan lahan kelapa sawit mereka bukan sekadar untuk bercocok tanam menghasilkan TBS saja, melainkan juga sebagai lahan usaha yang menguntungkan secara berkelanjutan.

Dosen di Politeknik Engineering Pertanian (PEPI) BSD Serpong, Tangerang, Banten, tersebut lantas menganalisis biaya produksi usaha tani kelapa sawit. Ia mengestimasi rata-rata sebesar Rp 20.181.500. Jika produksi TBS 15 ton per ha dengan harga jual Rp 2.200 per kilogram (kg), maka pendapatan usaha tani perkebunan kelapa sawit rakyat sebesar Rp 33 juta per ha. Dengan demikian, keuntungan rata-rata Rp 12,82 juta per ha.

“Dengan benefit cost ratio (BCR) sebesar 1,64, maka usaha tani perkebunan kelapa sawit rakyat layak diusahakan,” ujarnya.

Untuk biaya operasi mesin Pamigo dan PKS Mini, diperkirakan Kusno Hadiutomo sekitar Rp 4,1 juta per jam atau Rp 10,3 juta per ton. Jika produksi minyak goreng kelapa sawit kemasan dijual Rp 18.000 per kg, maka akan mendapatkan keuntungan Rp 7.695 per kg.

750 x 100 PASANG IKLAN

Kusno Hadiutomo menjelaskan, dari hasil analisis kelayakan usaha bisnis Pamigo dan PKS Mini terintegrasi seluas 500 ha, dengan discount factor 12 persen per tahun, menunjukkan nilai Net Present Value (NPV) bernilai positif (NPV>0) sebesar Rp 34,9 juta lebih, nilai Net BCR 1,60, dan nilai Internal Rate of Return (IRR) 127 persen.

Mantan Konsultan Teknis di PT Naima Agro Industry Ltd dan PT Pramana Agro Resources tersebut memperkirakan, usaha bisnis Pamigos dan PKS Mini terintegrasi yang membutuhkan biaya investasi senilai Rp 5 miliar, mempunyai nilai payback period selama 1 tahun 4 bulan dan break even point (BEP) sebesar 9.334 ton atau 311 ha.

“Secara finansial, usaha bisnis Pamigo dan PKS Mini terintegrasi untuk hilirisasi kelapa sawit di perdesaan seluas 500 ha, dapat dinyatakan layak untuk dilaksanakan atau diusahakan ditinjau dari semua kriteria investasi yang digunakan,” pungkas Kusno Hadiutomo (Syarif).

 

Pages: 1 2Show All
750 x 100 PASANG IKLAN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait
930 x 180 PASANG IKLAN
DELTA SYSTECH INDONESIA

Tutup Yuk, Subscribe !