Informasi Lengkap DFSK E5 Plus, Klik: https://www.dfskmotors.co.id/Passenger/E5Plus.html
Jakarta,corebusiness.co.id-Operator taksi listrik Vietnam, Green and Smart Mobility (GSM), berencana untuk ekspansi ke AS dan Uni Eropa (UE) menjelang penawaran umum perdana (IPO) yang ditargetkan pada tahun 2028 di Hong Kong.
Langkah ini menggarisbawahi ambisi melebarkan market luar negeri perusahaan yang semakin berkembang setelah dengan cepat memperoleh pangsa pasar di Vietnam sejak diluncurkan tahun 2023. Ini juga terjadi ketika VinFast berupaya meningkatkan penjualan internasional kendaraan listriknya, yang merupakan satu-satunya yang digunakan oleh GSM
Seperti diketahui, GSM dan VinFast memiliki hubungan yang sangat erat karena keduanya berada di bawah ekosistem konglomerat yang sama, yaitu Vingroup asal Vietnam, serta didirikan oleh miliarder yang sama, Pham Nhat Vuong.
GSM berencana untuk mengerahkan armada di AS, Swedia, dan Belanda pada akhir tahun ini dan menambah ekspansi ke pasar Eropa pada tahun 2027, kata seorang juru bicara yang mewakili GSM dan VinFast dalam sebuah wawancara baru-baru ini, dikutip Reuters.
“Inisiatif ekspansi ini dilakukan menjelang IPO GSM yang direncanakan di Hong Kong pada tahun 2028,” kata juru bicara tersebut, mengkonfirmasi tempat pencatatan saham, yang pertama kali dilaporkan oleh Reuters pada Maret.
VinFast–mitra GSM–telah membuka pabrik perakitan mobil di India dan Indonesia. Dan awal pekan ini perusahaan menangguhkan rencana untuk merakit beberapa kendaraan listriknya di India.
Di Indonesia, VinFast memiliki fasilitas perakitan dan pabrik di Subang, Jawa Barat, yang menjadi basis produksi penting di Asia Tenggara
VinFast menjual hampir 200 ribu mobil listrik tahun lalu, 11 persen di antaranya di luar negeri. Perusahaan ini tidak merilis rincian penjualan berdasarkan pasar.