160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
Informasi Lengkap DFSK E5 Plus, Klik: https://www.dfskmotors.co.id/Passenger/E5Plus.html

Selain Matahari dan Industri Panel Surya, BESS Mendukung Program PLTS 100 GWp

Ilustrasi: Perangkat BESS yang digunakan untuk menyimpan dan mengeluarkan energi listrik. Foto: dok. chandra-asri.com.
750 x 100 PASANG IKLAN

Jakarta,corebusiness.co.id-Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia mengatakan, Indonesia memiliki modal pendukung untuk merealisasikan target program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 gigawatt peak (GWp) dalam waktu tiga tahun ke depan. Tiga antaranya matahari, industri panel surya, dan industri baterai penyimpanan listrik (Battery Energy Storage System/BESS).

Bahlil menyampaikan bahwa program PLTS 100 GWp merupakan langkah strategis pemerintah menuju kemandirian dan ketahanan energi nasional. Menurutnya, sebagai negara tropis dengan paparan sinar matahari sepanjang tahun, Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan energi surya. Penguatan industri panel surya dan sistem penyimpanan energi baterai di dalam negeri juga menjadi salah satu fondasi dalam mendukung pelaksanaan program tersebut.

“Indonesia sudah memiliki industri panel surya dan industri baterai penyimpanan listrik atau BESS di dalam negeri, sehingga melalui PLTS 100 GWp kita betul-betul akan berdiri di atas kaki kita sendiri,” ujar Bahlil dalam keterangan tertulis, dikutip Kamis, 27 Agustus 2026.

Apa Itu BESS?

Battery Energy Storage System atau BESS, seperti dikutip chandra-asri.com,  adalah teknologi lanjutan yang bertujuan untuk menyimpan energi listrik yang dihasilkan oleh pembangkit listrik. Energi yang tersimpan tersebut akan dikeluarkan ketika dibutuhkan, seperti pada pemadaman, kenaikan permintaan energi, dan kenaikan harga listrik.

BESS kerap ditemukan pada PLTS. Ketika siang hari, panel surya akan mengubah sinar matahari menjadi energi listrik. Energi ini akan disimpan pada BESS dan dikeluarkan pada malam hari ketika matahari tidak bersinar atau ketika dibutuhkan. Dengan begitu, BESS dapat menyeimbangkan permintaan dan pasokan, meningkatkan keandalan pembangkit listrik, dan berangsur-angsur berpindah dari energi fosil ke energi terbarukan.

Selain itu, BESS juga memiliki sejumlah fungsi, di antaranya:

  • Menyimpan kelebihan energi dari pembangkit listrik.
  • Menjaga tegangan dan frekuensi listrik agar tetap stabil.
  • Mengurangi beban puncak dengan menyediakan daya tambahan ketika energi sedang dibutuhkan.
  • Mengintegrasikan pembangkit listrik satu dengan yang lainnya secara efektif tanpa mengganggu kestabilan.

Cara Kerja BESS

Menukul bslbatt.com, sistem BESS dalam menyimpan listrik selama periode permintaan rendah atau surplus produksi, kemudian melepaskannya ketika permintaan meningkat atau pasokan menurun. Sistem ini beroperasi melalui cara kerja BESS yang berkelanjutan dikelola oleh komponen perangkat lunak dan perangkat keras yang terpasang.

Siklus Pengisian dan Pengosongan

Selama pengisian daya, energi listrik diubah dan disimpan sebagai energi kimia di dalam sel baterai. Ketika pengosongan daya dipicu, energi kimia yang tersimpan diubah kembali menjadi energi listrik dan mengalir ke sistem yang terhubung. Efisiensi bolak-balik sistem berbasis litium modern biasanya berkisar antara 90% hingga 95%, yang berarti energi yang hilang dalam proses konversi sangat minimal.

Sistem ini merespons sinyal dari perangkat lunak manajemen energinya, yang menentukan kapan harus mengisi daya, menahan daya, atau melepaskan daya berdasarkan kondisi jaringan listrik, data harga, atau aturan operasional yang telah ditetapkan.

Pages: 1 2 3
750 x 100 PASANG IKLAN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait
750 x 100 PASANG IKLAN