Jakarta,corebusiness.co.id–Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti pentingnya peran industri otomotif sebagai salah satu motor penggerak perekonomian nasional. Industri ini tidak hanya mendorong konsumsi masyarakat, tetapi juga memberikan efek berganda terhadap sektor manufaktur, investasi, dan penyerapan tenaga kerja.
Karena itu, Purbaya menekankan pentingnya sinergi antara regulasi pemerintah dan kesiapan pelaku industri di bawah naungan Gaikindo untuk memperkuat daya saing industri otomotif nasional.
Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi kunci dalam menjaga momentum pertumbuhan industri sekaligus mengakselerasi transformasi menuju kendaraan berteknologi rendah emisi.
“Tantangan ke depan bukan lagi hanya mendorong adopsi kendaraan listrik, tetapi juga memaksimalkan nilai tambah domestik, investasi, penciptaan lapangan kerja, serta memperkuat daya saing industri nasional,” ungkap Purbaya saat menjadi keynote speech The 20th Gaikindo International Automotive Conference (GIAC) di Garuda Main Hall, ICE BSD City, Selasa, 4 Agustus 2026.
Untuk diketahui, Gelaran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 yang berlangsung sejak 30 Juli hingga 9 Agustus 2026 menyuguhkan dua program yang menghadirkan para pelaku industri otomotif nasional dan internasional, yaitu The 20th GIAC dan Daily Seminar. Kedua program ini digelar di Garuda Main Hall, ICE BSD City, dan menghadirkan para pembicara berpengaruh dari berbagai latar belakang industri, akademisi, dan pemerintahan.
Konferensi otomotif tahunan Gaikindo, GIAC, yang berlangsung pada Selasa, 4 Agustus 2026, mengusung tema besar “Eye of The Future for Indonesia Automotive Industry”, membahas arah masa depan industri otomotif nasional di tengah pergeseran teknologi dan kerja sama global. Acara dibuka dengan welcome remarks oleh Ketua Harian sekaligus Ketua Penyelenggara Pameran dan Konferensi Gaikindo, Anton Kumonty
Dalam pembukaan GIAC di Garuda Room ICE, Anton Kumonty menyampaikan bahwa konferensi ini memiliki arti penting bagi arah perkembangan industri nasional. Melalui tema “Eye of The Future for Indonesia Automotive Industry”, GIAC 2026 bertujuan untuk memberikan wawasan tentang kondisi saat ini dan prospek masa depan industri otomotif Indonesia, menyoroti potensi Indonesia sebagai tujuan investasi di sektor otomotif, mendiskusikan strategi untuk mendorong pertumbuhan dan daya saing di masa depan, menjawab apa yang dibutuhkan investor dari pemerintah Indonesia untuk mendukung investasi, serta menjelajahi masa depan mobilitas melalui elektrifikasi, teknologi otonom, konektivitas, dan keberlanjutan.
“Kami berharap diskusi hari ini akan memberikan masukan berharga bagi pemerintah, pelaku ekonomi, dan semua pemangku kepentingan, sehingga bersama-sama kita dapat memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasokan otomotif global,” ujar Anton.
Sedangkan para pembicara GIAC 2026 mencerminkan keberagaman perspektif industri dan diplomatik lintas negara, di antaranya Ketua GAIKINDO Bidang Kerjasama Luar Negeri, Andrew Nasuri; Deputy Head of Mission Designate Ambassador of The Federative Republic of Germany, Oliver Sperling; dan Charge d’Affaires ad Interim Kedutaan Besar Jepang di Indonesia, Mitsuru Myochin.
Konferensi dimoderatori oleh Jahen Fachrul Rezki dari LPEM FEB UI, menghadirkan diskusi strategis tentang kebijakan, inovasi, dan kolaborasi internasional untuk mendorong kemajuan industri otomotif Tanah Air.