160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
INFO Lebih Lanjut Klik: https://www.dfskmotors.co.id/id

Houthi Coba Blokade Selat Bab el-Mandeb, Harga Minyak Mendekati $100 per Barel

Ilustrasi: Brent dan WTI. Foto: Javafx.news.
750 x 100 PASANG IKLAN

Jakarta,corebusiness.co.id-Harga minyak mencapai level tertinggi dalam lebih dari sebulan pada Kamis (24/7/2026), atau naik untuk hari kelima setelah Houthi Yaman mengatakan mereka menyerang dua kapal tanker minyak Saudi.

Harga minyak mentah Brent naik $4,52, atau 4,80%, menjadi $98,59 per barel pada pukul 09.35 GMT setelah mencapai level tertinggi sejak 3 Juni. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik $3,39, atau 3,90%, menjadi $90,22, setelah mencapai level tertinggi sejak 11 Juni.

“Prospek jangka pendek untuk minyak mentah tetap mendukung karena pasar memperkirakan kemungkinan gangguan pasokan yang mengkhawatirkan di titik hambatan kedua,” kata ahli strategi riset Pepperstone, Ahmad Assiri, dikutip Reuters.

Selain konflik yang kembali memanas terkait kendali atas Selat Hormuz, Houthi Yaman telah membuka front baru dengan menargetkan kapal-kapal yang membawa minyak Saudi di Selat Bab el-Mandeb dan mencoba memberlakukan blokade angkatan laut terhadap Arab Saudi.

Kelompok Houthi yang bersekutu dengan Iran mengatakan pada hari Kamis bahwa mereka menyerang dua kapal tanker minyak Saudi sebagai bagian dari blokade angkatan laut terhadap Arab Saudi.

Nasib beruntung dialami dua kapal tanker super Tiongkok yang membawa total 4 juta barel minyak Arab Saudi lolos keluar dari Laut Merah melalui Selat Bab el-Mandeb pada Kamis ini, bahkan ketika sebuah kapal Saudi diserang di wilayah tersebut, bahkan ketika sebuah kapal Saudi diserang di wilayah tersebut.

Goldman Sachs, perusahaan perbankan investasi dan jasa keuangan multinasional di New York City, AS, memperkirakan aliran minyak melalui Selat Bab el-Mandeb rata-rata hampir 9 juta barel per hari selama sebulan terakhir. Angka ini termasuk hampir 4 juta barel per hari yang mungkin sulit dialihkan karena terblokirnya beberapa titik rawan di wilayah tersebut.

Sementara itu, pihak Korps Garda Revolusi Islam (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) Iran mengungkapkan, sebuah kapal tanker minyak terbakar setelah terjadi ledakan saat mencoba mengikuti rute yang dipasangi ranjau di wilayah selatan Selat Hormuz, persis dekat Pantai Oman.

IRGC mengatakan selat itu berada di bawah kendali mereka dan “sepenuhnya tertutup” seraya memperingatkan tidak ada kapal tanker yang akan diizinkan masuk atau keluar tanpa koordinasi dengan Iran.

Dari pihak AS mengatakan bahwa militernya telah menyelesaikan serangan malam ke-12 berturut-turut terhadap Iran, beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump mengancam untuk menghancurkan jembatan atau pembangkit listrik Iran setiap kali Iran menembak kapal di Selat Hormuz.

Goldman memperkirakan harga minyak akan mempertahankan sebagian besar kenaikan baru-baru ini hingga Juli dan Agustus.

Menurut Goldman, kenaikan harga minyak ini karena persediaan global terus menurun, didukung oleh produksi Timur Tengah yang lebih rendah, permintaan perjalanan musiman musim panas, dan perlambatan tajam dalam pelepasan cadangan minyak strategis.

Di Eropa, diberitakan oleh Reuters, margin dieselnya mencapai rekor $66,25 per barel pada 17 Juli. Melesatnya margin diesel didukung oleh larangan ekspor diesel Rusia menyusul serangan berulang Ukraina terhadap kilang minyaknya dan kekhawatiran atas gangguan lebih lanjut terhadap pasokan Timur Tengah, dan diperdagangkan setinggi $65,30 per barel pada Kamis ini. (Rif)

750 x 100 PASANG IKLAN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait
750 x 100 PASANG IKLAN