INFO Lebih Lanjut Klik: https://www.dfskmotors.co.id/id
Jakarta,corebusiness.co.id-Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat penjualan mobil dari produsen ke distributor (wholesales) di Indonesia pada Juni 2026 sebanyak 77.550 unit. Jenis ICE Non KBH2 berada di posisi pertama, terjual sebanyak 44.829 unit.
Wholesales kendaraan berbahan bakar minyak (BBM) masih banyak diminati para konsumen. Berdasarkan data yang diterima corebusiness.co.id dari Ketua Pengembangan Pasar Gaikindo, Jongkie D. Sugiarto, wholesales kendaraan berbasis energi fosil yang banyak dibeli konsumen adalah jenis Internal Combustion Engine (ICE) Non-Kendaraan Bermotor Roda Empat Hemat Energi dan Harga Terjangkau (KBH2), baik untuk kendaraan penumpang (passenger car/PC) maupun komersial (commercial vehicle/CV).
ICE Non KBH2 adalah klasifikasi industri otomotif yang merujuk pada semua kendaraan berbahan bakar bensin atau diesel (nonlistrik) di luar kategori mobil murah ramah lingkungan (Low Cost Green Car/LCGC).
Gaikindo mencatat, semua jenis mobil ICE Non KBH2 telah terjual 44.829 unit. Sementara kendaraan listrik (electric vehicle/EV) jenis Battery Electric Vehicle (BEV) berada di posisi kedua.
Di tingkat wholesales, jenis BEV telah terjual 12.653 unit. Kendaraan ini adalah jenis mobil listrik murni yang 100% bergantung pada baterai dan motor listrik. BEV tidak memiliki mesin pembakaran internal (mesin bensin/solar) dan tidak menghasilkan emisi gas buang.
Mobil jenis ICE KBH2 kategori LCGC berbasis energi BBM berada di posisi ketiga. Pada Juni 2026 mobil jenis ini telah terjual 9.451 unit. Sementara jenis Hybrid Electric Vehicle (HEV), yang menggabungkan mesin pembakaran internal (mesin bensin) dengan motor listrik dan baterai, berada di posisi keempat. Di tingkat wholesales, jenis HEV terjual sebanyak 8.215 unit.
Di posisi kelima ditempati mobil jenis Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV), di tingkat wholesales mentok di angka 2.402 unit. PHEV adalah mobil yang menggabungkan mesin bensin dan motor listrik. Berbeda dengan mobil hybrid biasa, baterai PHEV berkapasitas lebih besar dan dapat diisi ulang dengan mencolokkannya ke listrik (di rumah atau SPKLU). Mobil ini bisa berjalan murni dengan listrik untuk jarak menengah, lalu mesin bensin akan menyala otomatis jika baterai habis. (Rif)