Jakarta,corebusiness.co.id-Industrialisasi baterai kendaraan listrik (battery electric vehicle/BEV) Tiongkok meningkat tajam. Berdasarkan catatan Shanghai Metals Market (SMM), beberapa perusahaan Tiongkok sedang gencar meningkatkan produk baterai kendaraan listrik.
SAIC MG 4X, misalnya, mobil listrik bergaya hatchback modern atau SUV kompak yang diproduksi oleh raksasa otomotif SAIC Motor, diluncurkan dengan baterai semi-solid dengan kapasitas 53,9 kWh untuk jarak tempuh 510 km. Menyusul dongfeng akan memproduksi baterai solid-state massal tahun ini.
Berikutnya ada Gotion Hi-Tech yang memperkenalkan baterai all-solid-state “Jinshi” kapasitas 400 Wh per kg dengan target biaya 1 yuan per Wh. Sementara itu, proyek Qingtao Energy senilai 5 miliar yuan dengan kapasitas 20 GWh terus berlanjut. Namun untuk saat ini, Zhong Shanshan memimpin investasi 500 juta yuan di elektrolit. Ada pula ProLogium yang mengumumkan pencatatan di NASDAQ AS.
Menggeliatnya industri BEV ikut mengerek beberapa merek di pasar Tiongkok pada Mei 2026. LFP Gen3, misalnya, harganya naik 10,3 persen, menjadi 64.200 yuan per ton, baterai NCM811 naik +4,7 persen.
Tak hanya itu, material baterai pun ikut melonjak, seperti logam litium harganya naik 8,5 persen, elektrolit sulfida LPSC melonjak 176 persen menjadi 947 yuan per kg– didorong oleh biaya P₂S₅ dan meningkatnya minat terhadap jalur sulfida.
Sementara itu, elektrolit oksida (LATP, LLZO) dan litium sulfida harganya turun antara 2–11 persen. Menyusul anoda silikon-karbon sedikit melemah menjadi 53,3 yuan per kg. Secara keseluruhan, terjadi divergensi tajam pada harga material solid-state didorong tekanan biaya sulfida yang meningkat cepat.
Menurut perkiraan SMM, pengiriman baterai untuk all-solid-state akan mencapai 13,5 GWh pada 2028, sementara pengiriman baterai semi-solid-state akan mencapai 160 GWh.
Untuk permintaan baterai lithium-ion global, SMM memproyeksikan mencapai sekitar 2.800 GWh pada 2030, dengan permintaan baterai lithium-ion sektor EV menunjukkan CAGR sekitar 11 persen dari 2024 hingga 2030.
“Permintaan baterai lithium-ion ESS dengan CAGR diperkirakan sekitar 27 persen, dan permintaan baterai lithium elektronik konsumen dengan CAGR sekitar 10 persen,” demikian SMM memproyeksikan.
Sementara penetrasi baterai solid-state global diperkirakan sekitar 0,1 persen pada 2025, dengan penetrasi baterai all-solid-state diharapkan mencapai sekitar 4 persen pada 2030, dan penetrasi baterai solid-state global berpotensi mendekati 10 persen pada 2035. (Rif)