Jakarta,corebusiness.co.id-Suasana cair dan penuh keakraban mewarnai pelaksanaan program Maybank Journalists Fellowship (MJF) 2026 di hari pertama, Rabu, 20 Mei 2026, di lantai 16, ruang 7,9, dan 10, Kantor Mayabank Indonesia (MBI) di Sentral Senayan III, Jl. Asia Afrika, Gelora, Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Sebagai pembuka acara program MJF 2026, Presiden Direktur MBI Steffano Ridwan menyampaikan welcoming speech. Secara garis beras Steffano menyampaikan tujuan diselenggarakan MJF 2026.
“Peran media massa sangat penting untuk memberitakan informasi positif perkembangan sektor ekonomi, termasuk industri perbankan untuk kemajuan pembangunan di Indonesia. Itu pula tujuan diselenggarakan Maybank Journalist Fellowship, selain untuk meningkatkan hubungan baik antara sektor perbankan dengan media massa, juga untuk lebih meningkatkan kapasitas rekan-rekan media massa dalam memahami isu-isu makro perbankan yang lebih mendalam,” tutur Steffano.
Sesudahnya, Komisaris Independen MBI Hendar menyampaikan materi Dinamika Ekonomi Global dan Valuta Asing di Tengah Ketidakpastian Geopolitik. Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) periode 2013-2018 tersebut menyempatkan sharing dengan para jurnalis peserta MJF seputar ekonomi dan moneter di lembaga perbankan internasional dan nasional hingga langkah-langkah untuk meredam gejolak ekonomi di Tanah Air.
Turut membuka acara MJF 2026 Direktur Indonesia Institute of Journalism (IIJ) Umar Idris dan Direktur Eksekutif Indonesian Data Journalism Network (IDJN) Mawa Kresna.
Sebagai informasi, MJF 2026 adalah program intensif dan kolaborasi antara MBI dan Indonesia Institute of Journalism (IIJ) yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman jurnalis mengenai sektor ekonomi dan keuangan.
Program MJF tahun ini, sebanyak 25 jurnalis dari 25 media massa nasional, baik cetak, online, dan televisi, terpilih untuk memperdalam keahlian penulisan berita ekonomi-bisnis yang akurat dan mendalam. Program ini merupakan bentuk komitmen untuk meningkatkan kualitas jurnalisme ekonomi di Indonesia. Salah jurnalis yang terpilih oleh panitia penyelenggara adalah Syarifudin dari media corebusiness.co.id.
Para jurnalis terpilih selanjutnya mengikuti training intensif yang akan dilakukan secara offline sebanyak delapan sesi, yakni pada 20- 21 Mei, dan 3-18 Juni 2026. Mereka akan diberikan pemahaman lebih mendalam dari materi-materi yang disampaikan dari masing-masing narasumber atau pembicara.
MJF tahun ini mengangkat tema program “Strengthening Media Literacy for Responsible Finance”. Tema ini dipilih sebagai respons terhadap semakin pentingnya literasi media dan literasi keuangan dalam masyarakat modern.
Menurut penyelenggara, pemilihan tema ini memiliki relevansi dengan media massa. Relevansi pertama, peran strategis media: media massa memiliki pengaruh besar dalam membentuk persepsi publik terhadap sektor keuangan. Kedua, kompleksitas industri keuangan: topik seperti ESG, digital banking, investasi, hingga perlindungan konsumen butuh pemahaman mendalam. Ketiga, tantangan era digital: disinformasi dan informasi menyesatkan terkait keuangan terus meningkat.
Relevansi keempat, pentingnya kepercayaan publik: informasi yang kredibel memperkuat reputasi industri keuangan dan stabilitas pasar. Dan kelima, dampak bagi masyarakat: literasi media yang baik membantu publik mengambil keputusan finansial yang lebih tepat. (Syarif)