160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN

Pasar Energi Gelisah, Harga Minyak Melonjak Lebih dari 25 Persen

Ilustrasi: Brent dan WTI. Foto: Javafx.news.
750 x 100 PASANG IKLAN

Jakarta,corebusiness.co.id-Harga minyak melonjak lebih dari 25 persen pada Senin (9/3/2026), ke level tertinggi sejak pertengahan 2022 karena beberapa produsen utama memangkas pasokan dan kekhawatiran akan gangguan pengiriman yang berkepanjangan mencengkeram pasar karena perang AS-Israel yang meluas dengan Iran.

Pasar energi sangat gelisah karena krisis ini terjadi di sekitar Selat Hormuz, yang biasanya dilalui oleh sekitar seperlima pasokan minyak dunia. Gangguan dalam pergerakan kapal tanker dan meningkatnya risiko keamanan telah memperlambat aktivitas pengiriman, membuat pembeli Asia sangat rentan mengingat ketergantungan mereka yang besar pada minyak mentah Timur Tengah.

Harga minyak mentah Brent berjangka naik $24,96 atau 27 persen menjadi $117,65 per barel pada pukul 04.51 waktu London–berada di jalur lonjakan terbesar dalam satu hari. Sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS berjangka naik $25,72, atau 28,3 persen, menjadi $116,62.

Harga WTI melonjak 31,4 persen ke level tertinggi sesi sebesar $119,48 per barel pada Senin pagi, sementara Brent naik hingga 29 persen menjadi $119,50 per barel. Sebelum lonjakan pada Senin, Brent telah naik 27 persen dan WTI sebesar 35,6 persen minggu lalu.

750 x 100 PASANG IKLAN

“Kecuali aliran minyak melalui Selat Hormuz segera pulih dan ketegangan regional mereda, tekanan kenaikan harga kemungkinan akan terus berlanjut,” kata Direktur Pelaksana Strategi Investasi di OCBC, Vasu Menon di Singapura, dikutip Reuters.

Irak dan Kuwait telah mulai memangkas produksi minyak, menambah pengurangan gas alam cair sebelumnya dari Qatar, karena perang menghalangi pengiriman dari Timur Tengah. Analis memperkirakan Uni Emirat Arab dan Arab Saudi juga harus segera memangkas produksi karena mereka kehabisan tempat penyimpanan minyak.

Faktor lain yang mendorong harga adalah pengangkatan Mojtaba Khamenei untuk menggantikan ayahnya, Ali Khamenei, sebagai pemimpin tertinggi Iran, tetap memegang kendali di Teheran seminggu setelah konflik dengan Amerika Serikat dan Israel.

“Dengan pengangkatan putra mendiang pemimpin sebagai pemimpin baru Iran, tujuan Presiden AS Donald Trump untuk menggulingkan rezim di Iran menjadi lebih sulit,” kata analis komoditas di Rakuten Securities, Satoru Yoshida.

750 x 100 PASANG IKLAN

“Pandangan itu mempercepat pembelian, karena Iran diperkirakan akan melanjutkan penutupan Selat Hormuz dan serangan terhadap fasilitas negara penghasil minyak lainnya, seperti yang terlihat minggu lalu,” katanya, memprediksi WTI bisa naik menjadi $120 dan kemudian $130 per barel dalam waktu yang relatif singkat.

Efek Perang terhadap Harga Minyak 

Perang AS-Israel versus Iran dapat menyebabkan konsumen dan bisnis di seluruh dunia menghadapi kenaikan harga bahan bakar selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan. Bahkan jika konflik yang baru berlangsung seminggu ini berakhir dengan cepat, karena para pemasok bergulat dengan fasilitas yang rusak, logistik yang terganggu, dan peningkatan risiko pengiriman.

“Tanda berikutnya adalah apakah pada akhirnya akan sampai pada titik di mana mereka harus mulai menutup sumur minyak, yang tidak hanya berdampak lebih jauh pada produksi, tetapi juga menunda respons setelah konflik mereda. Hal itu berpotensi mempertahankan harga tersebut untuk waktu yang jauh lebih lama,” kata ahli strategi komoditas senior di ANZ, Daniel Hynes.

750 x 100 PASANG IKLAN

Diberitakan Reuters, tiga sumber industri pada Minggu (8/3/2026) menginformasikan produksi minyak Irak dari ladang minyak utama di selatan telah turun 70 persen menjadi hanya 1,3 juta barel per hari. Pasalnya negara tersebut tidak dapat mengekspor minyak melalui Selat Hormuz akibat perang AS-Israel dengan Iran.

Sementara itu, Kuwait Petroleum Corporation mulai memangkas produksi minyak pada Sabtu (7/3/2026) dan menyatakan keadaan kahar (force majeure) pada pengiriman, meskipun tidak menyebutkan berapa banyak produksi yang akan dihentikan.

Serangan Iran terhadap infrastruktur minyak di seluruh wilayah terus berlanjut. Kantor Media Fujairah mengatakan kebakaran terjadi di zona industri minyak Fujairah di UEA akibat puing-puing yang berjatuhan, tanpa ada laporan korban luka. Kementerian Pertahanan Arab Saudi mengatakan bahwa mereka berhasil mencegat sebuah drone yang menuju ke ladang minyak Shaybah.

Militer Israel mengancam akan membunuh siapa pun yang menggantikan Ali Khamenei yang telah meninggal. Sementara Trump mengatakan perang mungkin hanya akan berakhir setelah militer dan penguasa Iran dimusnahkan. (Rif)

750 x 100 PASANG IKLAN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait
930 x 180 PASANG IKLAN
DELTA SYSTECH INDONESIA

Tutup Yuk, Subscribe !