160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
750 x 100 PASANG IKLAN

Julian Ambassadur Shiddiq Menjawab Peluang dan Tantangan Minerba

Direktur Pembinaan Program Mineral dan Batubara, Julian Ambassadur Shiddiq. Foto: Syarif/corebusiness.co.id
750 x 100 PASANG IKLAN

Presiden Prabowo, baru-baru ini menyatakan bahwa Indonesia akan membangun enam pabrik Dimetil Eter (DME) dari batubara, sebagai upaya kita menekan subsidi energi dari Liquefied Petroleum Gas (LPG). Ini merupakan salah satu program ketahanan energi nasional, agar Indonesia ke depan tidak bergantung LPG impor.

Berikutnya langkah ketiga, dukungan inovasi teknologi. Direktorat Pembinaan Program Minerba mendorong kajian, riset, serta pengembangan teknologi seperti UCG, CCUS, ECBM, dan Coal Upgrading, serta mempertimbangkan untuk memberikan insentif fiskal bagi perusahaan yang mengadopsi teknologi bersih.

Keempat, kebijakan dan regulasi. Direktorat Pembinaan Program Minerba menyusun roadmap transisi energi berbasis batubara yang berorientasi pada dekarbonisasi. Kita sudah mempunyai roadmap pengembangan dan pemanfaatan pertambangan.

Bagaimana dengan bijih nikel, berapa target produksi tahun 2025 untuk memenuhi kebutuhan smelter?

750 x 100 PASANG IKLAN

Usulan rencana produksi mineral nasional untuk komoditas logam, termasuk bijih nikel, disusun mempertimbangkan beberapa hal. Antara lain, realisasi produksi mineral logam, rencana produksi pemegang izin dan kebutuhan bahan baku fasilitas pemurnian, baik yang terintegrasi maupun stand alone atau pemegang izin IUI, data persetujuan RKAB pemegang izin, dan ketersediaan cadangan mineral nasional sesuai data dari Badan Geologi. Berdasarkan hal-hal tersebut, rencana produksi bijih nikel tahun 2025 sebesar 190.071.975 ton.

Metode perhitungan yang digunakan untuk menentukan target produksi bijih nikel?

Ketentuan penentuan target produksi berdasarkan jumlah penjualan bijih nikel yang tercatat di Ditjen Minerba. Kita mempunyai aplikasi E-RKAB, di mana setiap transaksi jual beli bijih nikel harus dilaporkan ke Ditjen Minerba.

Jika ada transaksi jual beli bijih nikel yang tidak dilaporkan ke E-RKAB, bisa jadi transaksi tersebut menggunakan ‘dokumen terbang’ atau ‘dokter. Jadi, transaksi tersebut tidak dilakukan secara resmi alias ilegal. Data transaksi yang resmi di tahun 2024 hampir 200 juta ton bijih nikel.

750 x 100 PASANG IKLAN

Kebutuhan bijih nikel berdasarkan RKAB perusahaan pertambangan nikel yang sudah disetujui Kementerian ESDM memang lebih dari yang sudah kita targetkan produksinya. Karena, tidak semua perusahaan tambang nikel melakukan produksi. Dia hanya melakukan kewajiban bahwa setiap tahun harus melaporkan RKAB. Jika tidak melaporkan RKAB, artinya perusahaan tambang tersebut tidak melakukan aktivitas eksplorasi dan produksi bijih nikel.

Upaya untuk memaksimalkan pengolahan bijih nikel kadar rendah atau limonit sebagai bahan baku baterai kendaraan listrik?

Kita sudah berkirim surat ke Menteri Perindustrian, Menteri Investasi dan Hilirisasi/BKPM, untuk menghentikan penerbitan izin pembangunan pabrik pirometalurgi, yang mengolah bijih nikel kadar tinggi atau saprolit. Kita ingin limonit lebih dimaksimalkan melalui pengolahan di pabrik hidrometalurgi.

Faktor internal dan eksternal yang memengaruhi fluktuasi harga jual komoditas minerba di Indonesia?

750 x 100 PASANG IKLAN

Fluktuasi harga jual minerba dipengaruhi berbagai faktor, baik internal maupun eksternal. Faktor internal, pertama, kebijakan pemerintah, di mana regulasi terkait ekspor, kuota produksi, dan Domestic Market Obligation (DMO) dapat memengaruhi ketersediaan pasokan di pasar domestik dan gobal. Misalnya, kebijakan larangan ekspor bijih nikel untuk meningkatkan hilirisasi berdampak pada harga nikel di pasar internasional.

Kedua, biaya produksi dan operasional. Faktor seperti harga bahan bakar, biaya tenaga kerja dan efisiensi teknologi pertambangan juga berdampak pada harga jual, terutama dalam menghadapi persaingan global.

Ketiga, kapasitas produksi dan infrastruktur. Kapasitas produksi perusahaan tambang serta ketersediaan infrastruktur logistik seperti pelabuhan dan transportasi memengaruhi harga disebabkan menentukan seberapa banyak komoditas yang dapat dipasok ke pasar.

Sementara faktor eksternal, pertama, dinamika supply and demand global. Permintaan dari negara-negara besar seperti China, India, dan Eropa berpengaruh signifikan terhadap harga. Misalnya, peningkatan konsumsi energi di musim dingin dapat mendorong harga batubara naik.

Kedua, geopolitik. Konflik seperti perang Rusia-Ukraina dapat mengganggu rantai pasok energi global dan meningkatkan harga komoditas, sebagai akibat dari ketidakpastian pasokan. Ketegangan geopolitik di wilayah produsen batubara utama dapat mengganggu pasokan dan memengaruhi harga.

Selain itu, konflik antara Israel dengan Iran dan Suriah menyebabkan kekhawatiran atas gangguan pasokan energi global, yang memengaruhi harga komoditas energi seperti minyak dan gas (migas) bisa naik. Kenaikan harga enegi ini dapat mendorong permintaan batubara sebagai alternatif yang lebih murah, sehingga meningkatkan harga batubara.

Pages: 1 2 3
750 x 100 PASANG IKLAN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait
930 x 180 PASANG IKLAN
PT. ANINDYA WIRAPUTRA KONSULT

Promo Tutup Yuk, Subscribe !