160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
750 x 100 PASANG IKLAN

Julian Ambassadur Shiddiq Menjawab Peluang dan Tantangan Minerba

Direktur Pembinaan Program Mineral dan Batubara, Julian Ambassadur Shiddiq. Foto: Syarif/corebusiness.co.id
750 x 100 PASANG IKLAN

Jumat siang, 21 Maret 2025, pukul 13.10 WIB, Dr. Julian Ambassadur Shiddiq, S.T., M.T., menemui corebusiness.co.id di ruang tamu di lantai 2, Gedung Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara, Jakarta Selatan. Pria berkulit putih berdarah Lampung yang dilantik sebagai Direktur Pembinaan Program Mineral dan Batubara, Ditjen Minerba, oleh Menteri ESDM, Arifin Tasrif pada 6 Februari 2024 ketika itu, meluangkan waktunya untuk sesi wawancara.

Sesuai Permen ESDM Nomor 9 Tahun 2024, tugas dan fungsi Direktorat Pembinaan Minerba, yaitu melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, penyusunan norma, standar, prosedur dan kriteria, pemberian bimbingan teknis dan supervisi, serta evaluasi dan pelaporan di bidang pembinaan, pengendalian, dan pengawasan kegiatan terkait program pengembangan investasi, kerja sama, perencanaan produksi, dan pengelolaan wilayah,  serta hilirisasi di sektor minerba.

“Pekerjaan rumah kita yang terbesar, pertama, melakukan monitoring terhadap rencana produksi minerba. Seperti kita ketahui, produksi minerba cukup besar, namun kadang kita tidak mempunyai kemampuan untuk mengendalikan harga minerba. Kedua, bagaimana hilirisasi bisa berjalan sesuai dengan rencana yang sudah diterapkan. Ke depan, hilirisasi menjadi salah satu super perioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto,” tutur Julian Ambassadur Shiddiq menjawab petanyaan pembuka corebusiness.co.id.

Ketiga, lanjutnya, dalam hal pengelolaan wilayah pertambangan.  Bagaimana wilayah-wilayah pertambangan ini bisa terkelola dan bisa dimanfaatkan demi sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat Indonesia.

750 x 100 PASANG IKLAN

Selanjutnya, pria yang akrab disapa Julian oleh rekan sejawat, dengan gamblang menjawab pertanyaan demi pertanyaan seputar komoditas minerba. Berikut petikan wawancaranya:

Untuk batubara, berapa target produksi tahun 2025 untuk estimasi kebutuhan domestik dan ekspor?

Berdasarkan hasil pembahasan rencana produksi kebutuhan batubara dengan masing-masing industri pengguna batubara dan asosiasi industri terkait, serta dengan mempertimbangkan proyeksi kebutuhan batubara dalam negeri untuk jenis industri listrik, pengolahan dan pemurnian, semen, kertas, pupuk, tekstil, keramik, dan peningkatan nilai tambah batubara, serta analisis kebutuhan batubara untuk pasar ekspor, maka rencana produksi batubara tahun 2025 sebesar 739.674.178 ton. Dari angka itu, untuk kebutuhan ekspor 500.000.000 ton, dan potensi pasar domestik sebesar 239.574.178 ton.

Jenis-jenis produk batubara yang dieskpor?

750 x 100 PASANG IKLAN

Produk batubara yang diekspor sebagian besar  dalam bentuk batubara langsung, dan sebagian kecil dalam bentuk turunan, seperti kokas dan briket.

Sosialisasi dan pembinaan agar industri pengolahan mengembangkan inovasi teknologi untuk ekstraksi batubara terkait program dekarbonisasi?

Direktorat Pembinaan Program Minerba melakukan beberapa langkah, pertama, memberikan mandatori. Misalnya, pemilik IUP Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) kita wajibkan harus melakukan hilirisasi sebagai syarat perpanjangan kegiatan usahanya. Saat ini sudah ada tujuh perusahaan yang melakukan kegiatan hilirisasi batubara.

Contoh lain adalah sosialisasi dan edukasi dengan mengadakan seminar, workshop, dan sosialisasi mengenai teknologi rendah karbon dalam industri batubara. Kemudian, mempromosikan studi kasus keberhasilan inovasi teknologi ekstraksi batubara di tingkat global.

750 x 100 PASANG IKLAN

Tahun 2022, misalnya, Kementerian ESDM, PT Bukit Asam (PTBA), dan MIND ID menyelenggarakan The 3rd Energy Transisition Working Group Meeting-Parallel Event G20 Presidency of Indonesia dengan tema ‘The Role of Coal Industry Towards Energy Transisition and Circular Economy. Working group ini membahas inovasi teknologi pemanfaatan batubara dukung tercapainya transisi energi. PTBA memiliki dua program utama yang dijalankan, yakni Eco Mechanized Mining dan E-Mining Reporting System.

Program Eco Mechanized Mining, PTBA mengganti peralatan pertambangan yang menggunakan bahan bakar berbasis fosil menjadi elektrik. Sementara program E-Mining Reporting System, PTBA memanfaatkan platform pelaporan produksi secara real time dan online, sehingga mampu meminimalisasi monitoring konvensional dengan kendaraan dan mengurangi penggunaan bahan bakar.

Pages: 1 2 3
750 x 100 PASANG IKLAN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait
930 x 180 PASANG IKLAN
PT. ANINDYA WIRAPUTRA KONSULT

Promo Tutup Yuk, Subscribe !