160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN

Kejutan Besar di Balik Diamnya Ikan Betutu

Ilustrasi: Prospek bisnis pembesaran ikan betutu. By: corebusiness.co.id
750 x 100 PASANG IKLAN

NAMANYA ikan betutu (Oxyeleotris marmorata), sejenis ikan air tawar. Nama-nama di pelbagai daerah di Indonesia adalah bakut, bakutut, belosoh (nama umum), boso, boboso, bodobodo, ikan bodoh, gabus bodoh, ketutuk, ikan malas, ikan hantu, kuthuk gunung (di daerah Jawa), dan lain-lain. Dalam Bahasa Inggris disebut marble goby atau marble sleeper, merujuk pada pola-pola warna di tubuhnya yang serupa batu pualam kemerahan.

Nama ikan ini masih kalah pamor dibandingkan ikan mujair, mas, lele, atau gurame. Namun, di balik ketenangannya betutu menyimpan kejutan besar: harga jualnya sangat tinggi. Di tingkat peternak, harga jual betutu antara Rp 150 ribu-Rp 180 ribu per kilogram (kg). Sementara di restoran berbintang, satu porsi olahan masakan betutu bisa dijual mencapai Rp 400 ribu.

Bahkan di pasar ekspor seperti Singapura, Taiwan, dan Tiongkok, ikan betutu sudah menjadi santapan favorit kalangan eksekutif. Mengapa harga ikan betutu begitu mahal?

Disarikan dari Wikipedia, ikan bertubuh kecil sampai sedang dengan kepala yang besar. Panjang tubuh (SL, standard length) maksimum hingga sekitar 65 cm. Tetapi kebanyakan hanya antara 20–40 cm atau kurang. Berwarna merah bata pudar, kecoklatan atau kehitaman, dengan pola-pola gelap simetris di tubuhnya. Tanpa bercak bulat (ocellus) di pangkal ekornya.

750 x 100 PASANG IKLAN

Sirip dorsal (punggung) yang sebelah muka dengan enam jari-jari yang keras (duri); dan yang sebelah belakang dengan satu duri dan sembilan jari-jari yang lunak. Sirip anal dengan satu duri dan 7–8 jari-jari lunak. Sisik-sisik di tengah punggung, dari belakang kepala hingga pangkal sirip dorsal (predorsal scales) 60–65 buah. Sisik-sisik di sisi tubuh, di sepanjang gurat sisi  (lateral row scales) 80–90 buah.

Seperti dicerminkan oleh namanya, ikan ini malas bergerak atau berpindah tempat. Ia cenderung diam saja di dasar perairan, sekalipun diusik. Hanya di malam hari betutu agak aktif, memburu udang, ikan-ikan kecil, yuyu, atau siput air. Ikan betutu didapati di sungai-sungai di bagian yang terlindung, rawa, waduk, saluran air atau parit.

Betutu menyebar di Asia Tenggara: Tailan, Vietnam, Brunei Darussalam, Kamboja, Laos, Semenanjung Malaya, Filipina, dan Indonesia: Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku,  dan didapati pula di Jawa.

Prospek Bisnis Budidaya Ikan Betutu

Prospek bisnis budidaya ikan betutu  di tahun 2026 sangat menjanjikan dan bernilai ekonomis tinggi, terutama untuk pasar ekspor. Permintaan yang tinggi tidak sebanding dengan ketersediaan, menjadikan harga jualnya tinggi, yakni bisa mencapai Rp150 ribu-Rp180 ribu per kg untuk ukuran di atas 1 kg.

750 x 100 PASANG IKLAN

Berikut adalah analisis prospek bisnis ikan betutu di 2026:

  • Permintaan Pasar Ekspor Tinggi: Ikan betutu sangat diminati di negara-negara seperti Singapura, Malaysia, Hong Kong, dan Tiongkok, di mana ikan ini dianggap sebagai komoditas premium.
  • Harga Jual Tinggi: Harga ikan betutu hidup tergolong mahal, di mana menurut Scribd ikan dengan berat lebih dari 1 kg dihargai Rp100 ribu-Rp 80 ribu ukuran 0,5-1 kg, dan di bawah 0,5 kg Rp40 ribu. Data terbaru pada April 2026 menunjukkan harga per kg bisa mencapai lebih dari Rp100 ribu-Rp275 ribu.
  • Kelebihan Budidaya: Ikan betutu memiliki daya tahan tubuh yang baik, sehingga jarang terserang penyakit. Ikan betutu dikenal “malas” sehingga tidak aktif bergerak, yang membuat konsumsi pakannya relatif rendah. Ikan betutu bisa dibudidayakan di kolam terpal, kolam tanah, atau keramba.
  • Potensi Keuntungan: Modal awal relatif terjangkau, yaitu berkisar antara Rp5 juta-Rp 10 juta, menjadikannya pilihan usaha yang menarik bagi pemula maupun pembudidaya berpengalaman.


Bagi Anda yang ingin menjalankan usaha pembesaran ikan gabus betutu, berikut lima tips sukses versi Agrotek.

1. Pemilihan Bibit

Pilih bibit ikan betutu berukuran 5-10 cm. Tingkat kematian usaha pembesaran ikan betutu relatif kecil, antara 0-10 persen. Syaratnya, bibit sehat, kolam budidaya memiliki kondisi air bersih, dan tidak terdapat limbah beracun. Pemilihan bibit ikan betutu yang sehat, bisa dilihat dari tidak adanya luka fisik di tubuh ikan, gerakannya yang gesit, dan kulitnya terasa licin.

750 x 100 PASANG IKLAN

Sebaiknya hindari bibit ikan betutu yang dipegang terasa kasat dan jinak, karena menandakan bibit ikan kurang sehat.

 2. Persiapan Kolam

Siapkan lahan untuk pembuatan kolam ikan. Luas kolam disesuaikan dengan ikan yang akan dipelihara. Setiap 1 meter persegi kolam dapat menampung 10-20 ekor bibit ikan betutu. Jumlah bibit ikan bisa lebih dipadatkan lagi, tetapi harus dibantu dengan aerator untuk menambah suplai oksigen di dalam air.

Siapkan bahan dan peralatan, yaitu bambu patok pinggir kolam, kawat, cangkul, arit, dan golok. Gali tanah sedalam 150-170 cm. Bersihkan dasar tanah dari benda-benda berbahaya. Tancapkan patok bambu setinggi 150-170 m di sekeliling kolam. Kemudian, ikat bambu yang sudah disusun rapi tersebut menggunakan kawat, sebagai penyangga dinding kolam.

Selanjutnya, lakukan pemupukan pada dasar kolam menggunakan pupuk kandang dari kotoran sapi atau kambing sebanyak 10-20 kg per meter persegi. Hindari pemakaian pupuk kandang dari kotoran ayam. Ketika kolam diisi air, pupuk kendang dari kotoran ayam  dapat menyebabkan kematian ikan, karena membuat gatal pada tubuh ikan.

Isi air kolam setinggi 120 cm, lalu tebar bibit ikan betutu di dalam kolam yang sudah disiapkan selama kurang lebih 1 minggu.

 3. Proses Pemeliharaan

Berikan pakan yang disukai ikan betutu, seperti udang kecil, kecebong (anak katak/kodok), dan cacing yang masih hidup. Pemberian pakan tidak ada takaran maupun jam-jam khusus.

Untuk menyediakan pasokan pakan yang cukup, pelihara jenis ikan lain seperti indukan mujair dan nila. Jika indukan mujair atau nila menetaskan telur, diharapkan anaknya bisa menjadi pakan ikan betutu.

Jaga kebersihan air di dalam kolam. Kuras kolam secara rutin, minimal 10-15 hari sekali. Khusus untuk kolam semen atau terpal, kuras minimal dua minggu atau sebulan sekali secara rutin. Fungsinya, untuk menghilangkan kerak lumut yang menempel pada dinding kolam.

Ketika menguras kolam, buang sebagian air dalam kolam sekitar 30-50 persen. Sikat secara perlahan bagian sisi kolam dan lakukan penyikatan pada bagian dasar kolam. Jika menggunakan kolam semen atau terpal, lakukan penyikatan secara perlahan sekadar untuk membuat endapan lumpur atau lumut yang melekat di dasar lantai kolam, sehingga memudahkan pembuangan endapan lumpur atau lumut.

Endapan kotoran dibuang dengan cara disedot menggunakan alat isap selang secara manual. Bersamaan dengan itu, alirkan air baru yang masuk ke dalam kolam.

 4. Proses Pengobatan

Penyakit yang kerap menyerang ikan betutu antara lain jamur atau bakteri. Cara mengobatinya, rendam ikan dalam larutan garam ikan dengan takaran 200 gram per 1 liter air selama 10 menit. Ulangi setiap 3 hari sekali hingga ikan benar-benar sembuh.

 5. Pemanenan

Ikan betutu siap dipanen setelah dibesarkan 8-12 bulan, atau sudah mencapai berat minimum 4 ons. Panen dilakukan siang hari dengan menyiapkan tempat penampungan seperti bak plastik.

Setelah semua peralatan siap, air dalam kolam dikuras untuk memudahkan penangkapan menggunakan serok maupun tangan. Kemudian, ikan disortir sesuai ukuran. Ikan betutu pun siap dipasarkan ke pasar-pasar domestik dan mancanegara. (Rif)

750 x 100 PASANG IKLAN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait
930 x 180 PASANG IKLAN
DELTA SYSTECH INDONESIA

Tutup Yuk, Subscribe !