Bagi Anda yang ingin menjalankan usaha pembesaran ikan gabus betutu, berikut lima tips sukses versi Agrotek.
1. Pemilihan Bibit
Pilih bibit ikan betutu berukuran 5-10 cm. Tingkat kematian usaha pembesaran ikan betutu relatif kecil, antara 0-10 persen. Syaratnya, bibit sehat, kolam budidaya memiliki kondisi air bersih, dan tidak terdapat limbah beracun. Pemilihan bibit ikan betutu yang sehat, bisa dilihat dari tidak adanya luka fisik di tubuh ikan, gerakannya yang gesit, dan kulitnya terasa licin.
Sebaiknya hindari bibit ikan betutu yang dipegang terasa kasat dan jinak, karena menandakan bibit ikan kurang sehat.
2. Persiapan Kolam
Siapkan lahan untuk pembuatan kolam ikan. Luas kolam disesuaikan dengan ikan yang akan dipelihara. Setiap 1 meter persegi kolam dapat menampung 10-20 ekor bibit ikan betutu. Jumlah bibit ikan bisa lebih dipadatkan lagi, tetapi harus dibantu dengan aerator untuk menambah suplai oksigen di dalam air.
Siapkan bahan dan peralatan, yaitu bambu patok pinggir kolam, kawat, cangkul, arit, dan golok. Gali tanah sedalam 150-170 cm. Bersihkan dasar tanah dari benda-benda berbahaya. Tancapkan patok bambu setinggi 150-170 m di sekeliling kolam. Kemudian, ikat bambu yang sudah disusun rapi tersebut menggunakan kawat, sebagai penyangga dinding kolam.
Selanjutnya, lakukan pemupukan pada dasar kolam menggunakan pupuk kandang dari kotoran sapi atau kambing sebanyak 10-20 kg per meter persegi. Hindari pemakaian pupuk kandang dari kotoran ayam. Ketika kolam diisi air, pupuk kendang dari kotoran ayam dapat menyebabkan kematian ikan, karena membuat gatal pada tubuh ikan.
Isi air kolam setinggi 120 cm, lalu tebar bibit ikan betutu di dalam kolam yang sudah disiapkan selama kurang lebih 1 minggu.
3. Proses Pemeliharaan
Berikan pakan yang disukai ikan betutu, seperti udang kecil, kecebong (anak katak/kodok), dan cacing yang masih hidup. Pemberian pakan tidak ada takaran maupun jam-jam khusus.
Untuk menyediakan pasokan pakan yang cukup, pelihara jenis ikan lain seperti indukan mujair dan nila. Jika indukan mujair atau nila menetaskan telur, diharapkan anaknya bisa menjadi pakan ikan betutu.
Jaga kebersihan air di dalam kolam. Kuras kolam secara rutin, minimal 10-15 hari sekali. Khusus untuk kolam semen atau terpal, kuras minimal dua minggu atau sebulan sekali secara rutin. Fungsinya, untuk menghilangkan kerak lumut yang menempel pada dinding kolam.
Ketika menguras kolam, buang sebagian air dalam kolam sekitar 30-50 persen. Sikat secara perlahan bagian sisi kolam dan lakukan penyikatan pada bagian dasar kolam. Jika menggunakan kolam semen atau terpal, lakukan penyikatan secara perlahan sekadar untuk membuat endapan lumpur atau lumut yang melekat di dasar lantai kolam, sehingga memudahkan pembuangan endapan lumpur atau lumut.
Endapan kotoran dibuang dengan cara disedot menggunakan alat isap selang secara manual. Bersamaan dengan itu, alirkan air baru yang masuk ke dalam kolam.
4. Proses Pengobatan
Penyakit yang kerap menyerang ikan betutu antara lain jamur atau bakteri. Cara mengobatinya, rendam ikan dalam larutan garam ikan dengan takaran 200 gram per 1 liter air selama 10 menit. Ulangi setiap 3 hari sekali hingga ikan benar-benar sembuh.
5. Pemanenan
Ikan betutu siap dipanen setelah dibesarkan 8-12 bulan, atau sudah mencapai berat minimum 4 ons. Panen dilakukan siang hari dengan menyiapkan tempat penampungan seperti bak plastik.
Setelah semua peralatan siap, air dalam kolam dikuras untuk memudahkan penangkapan menggunakan serok maupun tangan. Kemudian, ikan disortir sesuai ukuran. Ikan betutu pun siap dipasarkan ke pasar-pasar domestik dan mancanegara. (Rif)