160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
750 x 100 PASANG IKLAN

Ingin Menyamai Chip AI Nvidia AS, Huawei Tiongkok Kembangkan Ascend 910D

Kantor pusat di Shenzhen, Guangdong, Tiongkok. Foto: Ist
750 x 100 PASANG IKLAN

Diduga Spionase

Untuk diketahui, Huawei Technologies Co., Ltd., didirikan oleh Ren Zhengfei, mantan Deputi Komandan Resimen di Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok, tahun 1987.

Di awal-awal pendirian Huawei, berfokus memproduksi switch telepon. Huawei kemudian berekpansi dengan memproduksi jaringan telekomunikasi, menyediakan jasa konsultasi dan operasional dan peralatan untuk perusahaan di Tiongkok maupun di luar Tiongkok, serta memproduksi perangkat komunikasi untuk pasar ritel.

Mengalami perkembangan bisnis, Huawei kemudian melebarkan menyediakan produk dan jasanya di lebih dari 170 negara. Sepak terjang bisnis Huawei bahkan sempat menyalip Ericsson sebagai produsen peralatan telekomunikasi terbesar di dunia, tahun 2012, dan menyalip Apple sebagai produsen ponsel cerdas terbesar kedua di dunia, di bawah Samsung Electronics, tahun 2018.

750 x 100 PASANG IKLAN

Juli 2020, Huawei kembali menyalip Samsung dan Apple sebagai merek ponsel cerdas teratas di dunia untuk pertama kalinya.

Walaupun sukses secara internasional, Huawei mengalami kesulitan di sejumlah pasar, karena adanya dugaan dukungan negara yang tidak adil, keterkaitan dengan Tentara Pembebasan Rakyat, dan kekhawatiran keamanan siber. Dugaan itu terutama dari Pemerintah Amerika Serikat, yang mensinyalir peralatan infrastuktur buatan Huawei dapat memungkinkan pengawasan oleh Pemerintah Tiongkok.

Dengan berkembangnya jaringan nirkabel 5G, Pemerintah AS meminta negara-negara sekutunya agar tidak mengadakan bisnis apapun dengan Huawei maupun perusahaan telekomunikasi lain asal Tiongkok, seperti ZTE.

Tuduhan itu berusaha ditangkal Huawei. Perusahaan itu berpendapat bahwa produknya “tidak memiliki risiko keamanan siber lebih besar” daripada produk perusahaan lain, dan tidak ada bukti mengenai klaim spionase dari AS.

750 x 100 PASANG IKLAN

Namun pertanyaan mengenai kepemilikan dan kendali Huawei, serta kekhawatiran mengenai seberapa besar dukungan negara kepada Huawei pun tetap muncul. Huawei juga dituduh membantu pengawasan dan detensi massal Suku Uyghur di kamp pendidikan ulang Xinjiang. Akibatnya, Tiongkok menerima sanksi dari Departemen Luar Negeri AS.

Chip AI produk Huawei diakui canggih. Produk prosesor kecerdasan buatan ini bisa mendeteksi pengenalan wajah yang dapat mengenali ciri fisik khas dari sejumlah etnis untuk mengingatkan instansi pemerintah mengenai orang dari etnis tertentu. (Rif/bbs).

 

750 x 100 PASANG IKLAN

Pages: 1 2Show All
750 x 100 PASANG IKLAN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait
930 x 180 PASANG IKLAN
PASANG IKLAN

Tutup Yuk, Subscribe !