
Sementara itu, penjualan rumah tipe tumbuh 20,44 persen (yoy) pada Triwulan IV 2024.
Secara triwulanan, penjualan rumah juga menurun. Penjualan rumah primer pada Triwulan IV 2024 mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 6,62 persen (qtq), berlanjut dari kontraksi pada triwulan sebelumnya sebesar 7,62 persen (qtq). Kontraksi pertumbuhan penjualan rumah pada Triwulan IV 2024 terjadi pada rumah kecil dan menengah, masing-masing sebesar 11,94 persen (qtq) dan 9,13 persen (qtq).
Di sisi lain, penjualan rumah tipe besar menunjukkan peningkatan sebesar 14,12 persen (qtq).
Berdasarkan hasil survei, sejumlah faktor yang menghambat perkembangan dan penjualan properti residensial adalah kenaikan harga bangunan (21,40 persen), masalah perizinan (15,05 persen), suku bunga KPR (14,31 persen), proporsi uang muka yang tinggi dalam pengajuan KPR (10,59 persen), perpajakan (9,71 persen), dan lainnya (15,05 persen).
Sementara dari sisi pembiayaan, survei menunjukkan bahwa sumber utama pendanaan untuk pembangunan properti residensial masih berasal dari dana internal pengembang, dengan pangsa mencapai 74,38 persen. Dari sisi konsumen, mayoritas pembelian rumah di pasar primer dilakukan melalui skema pembiayaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR), dengan pangsa sebesar 72,54 persen dari total pembiayaan. (Rif)