
Sumedang,corebusiness.co.id-Kegiatan menanam padi melalui wadah 6.400 ember yang digagas Kapolres Sumedang, AKBP Joko Dwi Harsono, mendapatkan penghargaan Museum Rekor Indonesia (MURI).
Senyum sumringah terpancar dari wajah Kapolres Sumedang, AKBP Joko Dwi Harsono, ketika mendengar penilaian dari pihak Museum Rekor Indonesia (MURI) bahwa kegiatan menanam padi dalam wadah 6.400 ember berhasil memecahkan rekor aksi serupa sebelumnya. Sebagai tanda keberhasilan pemecahan rekor, pihak MURI memberikan piagam, sertifikat, dan buku daftar pemecahan rekor kepada Kapolres Sumedang, AKBP Joko Dwi Harsono di Gedung Serba Guna Polres Sumedang, Jawa Barat, Rabu (19/3/2025).
Bupati Sumedang, Dr. H. Dony Ahmad Munir mengapresiasi atas inovasi Kapolres Sumedang, AKBP Joko Dwi Harsono dalam menyukseskan program pemerintah Presiden Prabowo dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional.
“Saya kira inovasi ini bisa menginspirasi dan memotivasi tokoh lainnya untuk ikut terlibat dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional. Mau tidak mau kegiatan yang bermanfaat ini akan terus dilanjutkan di Sumedang,” kata Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir saat menyampaikan sambutan.
Dony mengatakan, menanam padi media ember bisa dilakukan dalam rangka mengantisipasi keterbatasan lahan dan mengurangi sampah plastik. Kegiatan ini juga sebagai langkah mendukung ketahanan, kedaulatan, dan swasembada pangan yang dimulai dari keluarga. Karena, keluarga adalah pondasi pembangunan nasional.
“Saya yakin berkat kolaborasi dan sinergitas semua pihak antara Pemda dengan Polres, kemudian ada dinas pertanian, UPTD, Polsek, Babinkamtibmas, dan Babinsa, dan unsur lainnya di Sumedang. Kita akan meneruskan kegiatan ini dengan gerakan bersama-sama,” ucap Dony.
Senada, Direktur Serealia, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian, Dr. Abdul Roni Angkat, S.TP., M.Si., menyampaikan apresiasi kepada Kapolres Sumedang, AKBP Joko Dwi Harsono. Menurutnya, terobosan yang dilakukan Kapolres Sumedang ikut menyukseskan program Asta Cita Presiden Prabowo dalam menjaga ketahanan pangan nasional dan mencapai swasembada pangan.
Rony menyampaikan, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan mempunyai tugas menyelenggarakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang peningkatan produksi padi, jagung, kedelai, dan tanaman pangan lainnya. Kegiatan menanam padi media ember ini pun merupakan bagian dari program Ditjen Tanaman Pangan.
“Di Direktorat Jenderal Tanaman Pangan ada program pengembangan penanam padi di lahan pagu kering, seperti yang dilakukan Kapolres Sumedang ini, bagus sekali membantu kekurangan-kekurangan produksi padi kita di beberapa wilayah,” kata Abdul Roni Angkat saat menyampaikan sambutan.
Rony menyebutkan, dari hasil sample padi yang ditanam dalam wadah 150 ember, rata-rata menghasilkan 10 kilogram beras. Angka ini bisa untuk kebutuhan konsumsi makan satu orang dalam sebulan.
Ia menyatakan, penanaman padi dengan wadah ember sangat bagus bila diterapkan di provinsi, kabupaten, dan kota di seluruh Indonesia. Menurutnya, Jika setiap rumah tangga di Indonesia menanam padi dalam wadah sepuluh ember, kegiatan ini tidak hanya untuk kemandirian pangan, namun juga bisa menekan impor beras.
Sementara itu, Kapolres Sumedang, AKBP Joko Dwi Harsono mengatakan, setiap melaksanakan tugas, pihaknya turut melibatkan berbagai unsur di Sumedang. Termasuk, ketika melakukan kegiatan tanam padi wadah 6.400 ember, Polres Sumedang menggandeng Polsek, Pemda, dinas pertanian, serta unsur Forkopimda Sumedang.
“Kami juga dibantu Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sumedang dalam hal bantuan benih padi M 70D dan pupuk hingga pendampingan metode tanam padi yang baik,” kata Joko Dwi.
Ia mengutarakan, kegiatan menanam padi media ember sebagai bentuk dukungan terhadap program Presiden Prabowo Subianto dalam hal ketahanan pangan. Program ini merupakan salah satu solusi yang bertujuan meningkatkan produktivitas pangan di tengah keterbatasan lahan.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk memanfaatkan teknik menanam padi menggunakan media ember sebagai upaya meningkatkan ketahanan pangan di tingkat rumah tangga dan bisa ikut serta dalam mendukung ketahanan pangan nasional,” ujar Joko Dwi
Dalam pelaksanaannya, jajaran Polres Sumedang aktif memberikan sosialisasi dan pelatihan kepada warga. Warga diajarkan cara memilih bibit padi, menyiapkan media tanah, wadah ember, serta merawat tanaman hingga masa panen. (Rif)