
“Saya yakin berkat kolaborasi dan sinergitas semua pihak antara Pemda dengan Polres, kemudian ada dinas pertanian, UPTD, Polsek, Babinkamtibmas, dan Babinsa, dan unsur lainnya di Sumedang. Kita akan meneruskan kegiatan ini dengan gerakan bersama-sama,” ucap Dony.
Senada, Direktur Serealia, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian, Dr. Abdul Roni Angkat, S.TP., M.Si., menyampaikan apresiasi kepada Kapolres Sumedang, AKBP Joko Dwi Harsono. Menurutnya, terobosan yang dilakukan Kapolres Sumedang ikut menyukseskan program Asta Cita Presiden Prabowo dalam menjaga ketahanan pangan nasional dan mencapai swasembada pangan.
Rony menyampaikan, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan mempunyai tugas menyelenggarakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang peningkatan produksi padi, jagung, kedelai, dan tanaman pangan lainnya. Kegiatan menanam padi media ember ini pun merupakan bagian dari program Ditjen Tanaman Pangan.
“Di Direktorat Jenderal Tanaman Pangan ada program pengembangan penanam padi di lahan pagu kering, seperti yang dilakukan Kapolres Sumedang ini, bagus sekali membantu kekurangan-kekurangan produksi padi kita di beberapa wilayah,” kata Abdul Roni Angkat saat menyampaikan sambutan.
Rony menyebutkan, dari hasil sample padi yang ditanam dalam wadah 150 ember, rata-rata menghasilkan 10 kilogram beras. Angka ini bisa untuk kebutuhan konsumsi makan satu orang dalam sebulan.
Ia menyatakan, penanaman padi dengan wadah ember sangat bagus bila diterapkan di provinsi, kabupaten, dan kota di seluruh Indonesia. Menurutnya, Jika setiap rumah tangga di Indonesia menanam padi dalam wadah sepuluh ember, kegiatan ini tidak hanya untuk kemandirian pangan, namun juga bisa menekan impor beras.