160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN

Ketum ASPEBINDO Anggawira: Impor Nikel Solusi Jangka Pendek, Jangan Bergantung Negara Lain

Ketua Umum ASPEBINDO, Anggawira bersama Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri. Foti: Isw
750 x 100 PASANG IKLAN

Menukil Kontan, ada perusahaan smelter mengimpor nikel dari Filipina untuk memenuhi kebutuhan produksi. Hal ini terjadi, karena perusahaan tersebut mengalami kekurangan pasokan nikel untuk kebutuhan smelter.

Kekurangan pasokan bijih nikel ini memaksa perusahaan smelter mengimpor nikel dari Filipina per Juli 2024, nilai impor bijih nikel dari Filipina melonjak 648,18 persen dibandingkan Maret 2024.

Ketua Indonesia Mining & Energy Forum (IMEF), Singgih Widagdo mengatakan, impor bijih nikel terpaksa dilakukan karena pasokan bijih nikel dai perusahaan tambang di dalam negeri tidak mencukupi kebutuhan smelter.

Kondisi ini terjadi lantaran banyak perusahaan tambang nikel yang belum mendapat persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) dari Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM).  (Syarif)

750 x 100 PASANG IKLAN

 

Pages: 1 2 3Show All
750 x 100 PASANG IKLAN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait
930 x 180 PASANG IKLAN
Core Business

Bincang Kepo

Promo Tutup Yuk, Subscribe !