Jakarta,corebusiness.co.id-Kabar Bali sepi wisatawan nusantara (wisnus) saat libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) menjadi sorotan tajam. Destinasi yang selama ini jadi primadona liburan nasional, kini justru terasa lengang dari wisnus.
Media sosial ramai membahas Bali yang disebut sepi wisatawan jelang libur Nataru 2025/2026, dipicu sejumlah keluhan wisatawan domestik soal pengalaman kurang menyenangkan di beberapa lokasi, seperti Pantai Kuta, Uluwatu, hingga beach club.
Ketua Asosiasi Agen Tur dan Perjalanan Indonesia (ASITA) Bali I Putu Winastra, membenarkan kondisi tersebut. Ia menilai, maraknya konten dan pemberitaan negatif tentang Bali di media sosial ikut berkontribusi besar menurunkan minat wisnus.
“Harapan kita ke depan semua orang jangan mengekspose (ke media sosial) sesuatu jelek kepada destinasi ini karena kalau dibesar-besarkan akan menjadi kerugian kita bersama,” kata di acara ASITA Year-Gathering, pada Rabu (23/12/2025), seperti dikutip.
Kabar sepinya wisnus sampai terdengar ke telinga Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana. Mengawali hari pertama di tahun 2026, Widiyanti melakukan kunjungan kerja ke Bali untuk memastikan kesiapan layanan pariwisata bagi wisatawan yang berlibur ke Pulau Dewata pada puncak libur Nataru 2025/2026.
Berdasarkan laporan Angkasa Pura Bali dan Gubernur Bali I Wayan Koster, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) melalui jalur udara hingga akhir Desember 2025 diperkirakan telah menembus lebih dari 7,05 juta kunjungan. Angka ini meningkat 11 persen dibanding tahun 2024 yang mencapai sekitar 6,3 juta kunjungan.
Namun, pergerakan wisnus ke Bali pada 2025 tercatat mencapai 9,28 juta kunjungan, atau turun sekitar 700 ribu kunjungan dibanding 2024.
“Perlu saya tekankan bahwa wisatawan nusantara adalah kekuatan pariwisata Indonesia,” kata Widiyanti.
Menurutnya, menurunnya jumlah wisnus ke Bali pada periode Nataru kali ini, lantaran pergerakan wisnus semakin terdistribusi ke berbagai destinasi di Indonesia.
Widiyanti mengatakan bahwa semua daerah tujuan wisata akan menikmati manfaat ekonomi sesuai preferensi wisatawan. Ia menekankan bahwa kebahagiaan, keselamatan, keamanan, kenyamanan, dan kesan adalah hal terpenting yang harus dirasakan seluruh masyarakat Indonesia. (FA)