Jakarta,corebusiness.co.id-Produksi mobil China sepanjang 2025 mencapai 34,531 juta unit dan penjualan 3,272 unit. Masing-masing naik 10,4 persen dan 9,4 persen secara tahunan. Angka tersebut dirilis China Association of Automobile Manufacturers (CAAM), dikutip Senin (19/1/2026).
Menurut analisis CAAM, angka produksi dan penjualan mobil China tahun 2025 mencatat rekor sejarah baru dan mempertahankan posisi teratas global untuk tahun ke-17 berturut-turut.
Adapun mobil yang paling banyak diproduksi dan terjual di pasar global adalah jenis New Energy Vehicle (NEV), yaitu kendaraan listrik murni dan plug-in hybrid, masing-masing mencapai 16,626 juta unit dan 16,49 juta unit, naik 29 persen dan 28,2 persen secara tahunan. Penjualan NEV menyumbang 47,9 persen dari total penjualan mobil baru, meningkat 7 poin persentase dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Secara bulanan, pada Desember 2025, produksi dan penjualan NEV masing-masing mencapai 1,718 juta unit dan 1,71 juta unit, naik 12,3 persen dan 7,2 persen dibandingkan November 2025.
“Terkereknya angka produksi dan penjualan NEV, didorong oleh dukungan kebijakan pemerintah, pasokan yang melimpah, dan perbaikan infrastruktur yang terus-menerus,” demikian analisis CAAM.
CAAM juga mencatat ekspor mobil yang diproduksi China mencapai 753.000 unit, naik 3,5 persen secara bulanan. Tahun 2025, perusahaan lebih menekankan pada ekspansi pasar luar negeri, daya saing internasional merek China terus membaik, ekspor joint venture berkinerja baik, dan ekspor NEV tumbuh pesat, serta mendorong ekspor mobil China ke level baru.
Dari angka 753.000 unit, masing-masing untuk ekspor kendaraan listrik sebanyak 300.000 unit, turun 0,1 persen bulan ke bulan. Sedangkan ekspor kendaraan konvensional atau berbasis energi fosil mencapai 453.000 unit, naik 6 persen bulan ke bulan.
Mobil Jepang Kuasai Pasar Indonesia
Bagaimana tren penjualan mobil di pasar Indonesia? Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat penjualan mobil dari pabrik ke dealer (whole sales) sebanyak 803.687 unit, turun 7,2 persen dibandingkan penjualan 2024 yang mencapai mencapai 865.723 unit. Begitu pula penjualan dari dealer langsung ke konsumen (retail) tahun 2025 tercatat 833.692 unit, turun 6,3 persen dibandingkan 2024 yang mencapai 889.680 unit.
“Namun, penjualan mobil secara bulanan menunjukkan kinerja perbaikan signifikan,” kata Ketua Pengembangan Pasar Gaikindo, Jongkie D. Sugiarto kepada corebusiness.co.id.
Gaikindo mencatat, penjualan whole sales Desember 2025 mencapai 94.100 unit atau naik 26,9 persen dibanding November 2025. Secara tahunan, penjualan bulan tersebut meningkat 25,7 persen dibanding Desember 2024. Penjualan retail pada periode yang sama pun menunjukkan kinerja signifikan. Tercatat angka penjualan mobil sebanyak 93.833 unit atau naik 22,7 persen secara tahunan.
Jongkie menyampaikan, berdasarkan merek, produsen mobil asal Jepang masih menguasai pasar di Indonesia sepanjang 2025. Toyota, Daihatsu, Mitsubishi Motors, Suzuki, dan Honda berada di peringkat lima besar dalam penjualan mobil whole sales dan retail sepanjang 2025. Produksi China dengan merek BYD menempati urutan keenam.
Adapun sepuluh besar produsen mobil dengan penjualan terbanyak di Indonesia sebagai berikut: Toyota 250.431 unit (31,2 persen), Daihatsu 130.677 unit (16,3 persen), Mitsubishi Motors 71.781 unit (8,9 persen), Suzuki 66.345 unit (8,3 persen), Honda 56.500 unit (7,0 persen), BYD 46.711 unit (5,8 persen), Mitsubishi Fuso 25.235 unit (3,1 persen), Isuzu 25.121 unit (3,1 persen).
Berikutnya Chery 19.391 unit (2,4 persen), Hyundai-HMID 19.007 unit (2,4 persen), Wuling 18.605 unit (2,3 persen), Hino 18.367 unit (2,3 persen), Vinfast 10.886 unit (1,4 persen), Denza 7.474 unit (0,9 persen), dan Aion 6.839 unit (0,9 persen). (Syarif)