
Arie menyampaikan, tahapan serta proses PPKH sumur eksplorasi BIT-001 diharapkan memberikan edukasi kepada masyarakat perihal pemanfaatan dan penggunaan kawasan hutan dengan tetap menghormati hak ulayat atas tanah adat. Sumur BIT-001 yang terletak di kawasan hutan ini diprediksi memberikan tambahan produksi sebesar 650 barel minyak per hari.
“Kami berharap melalui dukungan penuh pemangku kepentingan target pekerjaan dapat tercapai, terhindar dari insiden, dan menjadi berkah tidak hanya untuk Pertamina EP tetapi juga untuk masyarakat,” harap Arie.
Sementara itu, Manager Papua Field, Ardi menegaskan bahwa proses perizinan dan penyiapan lahan untuk sumur eksplorasi maupun sumur pengembangan mengedepankan mekanisme sesuai peraturan yang berlaku dan berkomunikasi secara terbuka sebagai bentuk menghormati hak-hak masyarakat adat.
“Hal ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan no. 17 Kemitraan Untuk Mencapai Tujuan. Semoga sumur eksplorasi BIT-001 dapat menghasilkan sesuai yang diharapkan dan mampu menyerap tenaga kerja dari masyarakat setempat,” jelas Ardi. (CB)